Warga Kurang Mampu di Siak, Isolasi Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah

- Kamis, 22 Juli 2021 | 15:11 WIB
Salah satu Keluarga kurang mampu Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya yang dinyatakan positif Covid-19. Penghasilan tidak ada karena harus di rumah, bantuan pemerintahpun nihil
Salah satu Keluarga kurang mampu Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya yang dinyatakan positif Covid-19. Penghasilan tidak ada karena harus di rumah, bantuan pemerintahpun nihil

HALUANRIAU.CO, SIAK-Masyarakat mengharapkan, bagi pasien Covid-19 yang masuk kategori kurang mampu mendapatkan bantuan selama isolasi mandiri, karena mengingat warga yang kurang mampu hanya mengandalkan tulang punggung nya mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, apa lagi di masa pendemi Covid-19 yang semuanya serba sulit.

"Kami sangat prihatin melihat warga yang positif Covid-19, salah satu contoh di Kampung Dayang Suri kemarin dan yang baru-baru ini di Kampung Temusai. warga yang dinyatakan positif Covid-19 itu adalah warga yang kurang mampu, dia hanya menghadalkan tenaganya mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, tak ada penghasilan lain selain kerja serabutan (mocok), ditambah lagi anak-anaknya masih kecil,dan istrinya sedang hamil tua, jadi tak terbayangkan betapa susahnya mereka bila harus isolasi mandiri sampai sembuh sakitnya," ungkap salah satu warga Bungaraya yang enggan disebutkan namanya kepada HaluanRiau.co, Kamis (22/07/2022).

Sementara itu, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 inisial (S) ketika dikonfirmasi juga mengaku belum mendapat bantuan dari dinas terkait, dan hanya diberikan obat-obatan oleh pihak rumah sakit atau Puskesmas Bungaraya.

"Benar pak, saya sampai saat ini masih mengonsumsi obat dari puskesmas Mas. Awalnya saya sakit Maag setelah saya periksa di Puskesmas Bungaraya dan di swab. Baru kemarin baru dapat kabar katanya saya positif Covid-19. Untuk saat ini saya masih di rumah dan isolasi mandiri, hanya obat dari puskesmas yang saya konsumsi, dan untuk bantuan sembako atau sejenisnya belum pernah kami dapatkan sampai saat ini dari pemerintah atau dinas kesehatan," ungkapnya.

Ia berharap kepada pemerintah atau dinas terkait agar kiranya dapat memberikan bantuan, karena bagaimanapun tanggungan untuk menghidupi keluarganya sangat berat sekali apa lagi dimasa pandemi Covid-19.

"Ya saya juga bingung mas, mau isolasi mandiri sampai 14 hari, nanti siapa yang memberikan makan dan biaya anak-anak saya,apa lagi istri sedang hamil tua,"ungkapnya dengan nada sedih.

Penghulu Kampung Temusai Markuat ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya secara swadaya akan membantu warganya yang dinyatakan positif Covid-19, khususnya buat warga yang kurang mampu.

"Untuk warga yang kurang mampu yang positif Covid-19 akan kita bantu sekuat tenaga,apa lagi keluarganya sedang lagi dilanda masa sulit yang mana istri pasien sedang hamil dan anak-anaknya masih kecil. Semoga bantuan kita yang tak seberapa bisa membantu meringankan beban keluarga pasien dan pasien segera diberikan kesembuhan,"ungkapnya.

"Sekaligus saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama waspada menjaga Protokol Kesehatan Covid-19 baik diwarung, toko dll,"imbuhnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tonny Candra ketika dihubungi melalui telepon selulernya +62 811-709-XXX tidak diangkat,disms dan di WhatsApp juga belum di balas hingga diterbikannya berita ini.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: Sugianto

Tags

Terkini

Sekretaris MPP PAN Kabupaten Siak, Rosliani Tutup Usia

Sabtu, 4 September 2021 | 10:06 WIB
X