Anggota DPRD Komisi II Pelalawan Soroti Terbengkalainya Pasar Modern Sorek

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:16 WIB
 (Raf/HRC)
(Raf/HRC)

HALUANRIAU.CO, PELALAWAN - H. Abdullah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan menyoroti permasalahan Pasar Modern Sorek (PMS). Komentar ini disampaikan kepada awak media pada, Rabu (10/8/2022) di gedung DPRD Pelalawan.

Pasar modern sorek yang tidak kunjung aktif ini. Merupakan pasar yang  proyek nya sudah rampung sejak tahun 2016 lalu. Oleh sebab itu banyak mengundang reaksi dari masyarakat Pelalawan khususnya warga Sorek.

Abdullah mengatakan Pasar Modern Sorek merupakan pasar yang sangat diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga Sorek. Tetapi lamanya pasar tidak kunjung dibuka, membuat para tokoh dan pemuda Sorek mulai resah menunggu ketidakpastian pembukaan pasar.

"Menurut saya Pasar Sorek ini permasalahan yang terlalu lama didiamkan.Padahal, ada beberapa tahapan solusi yang bisa pemerintah lakukan agar pasar Sorek ini bisa dibuka," ujar Abdullah.

Baca Juga: Bentuk Pribadi Mandiri dan Produktif, Warga Binaan Lapas Bangkinang Diberi Pelatihan Buat Bakso dan Ikan Abon

Ia melanjutkan, permasalahan Pasar Sorek bisa kita selesaikan dengan cepat. Melihat bangunan yang sudah hampir semua diperbaiki meskipun masih ada yang rusak, ini perlu dikaji lebih jelas lagi apa saja yang masih belum bisa berfungsi di gedung Pasar Modern Sorek ini.

Menurutnya ada tiga tahapan solusi penyelesaian Pasar Modern Sorek, yakni:

  1. Segera selesaikan kewajiban dan perbaikan dengan Pihak ketiga sebelumnya, kemudian selanjutnya serah terima dengan Pemda;
  2. Lakukan penghitungan aset oleh KPKNL yaitu pihak ketiga di Pekanbaru;
  3. Serahkan ke pengelola berikutnya yang sesuai dengan Permendagri 19/2016 tentang Pengelolaan Barang Milik daerah. Akar masalah dan solusi mengenai pasar sorek, masyarakat dan kita semua mesti tau agar tidak bingung.

Selanjutnya, Abdullah berpesan kepada masyarakat yang peduli terhadap kemajuan Kabupaten Pelalawan khususnya untuk warga Sorek agar tetap kritis terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Ketika sudah banyak yang mengkritisi akan banyak juga solusi yang diberi.

"Kritis itu baik, apalagi untuk kepentingan masyarakat banyak. Semua orang akan bantu jika kita tidak mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan," tutup Abdullah.

(Raf)

Baca Juga: bank bjb Dukung Ekspor Porang ke China, Sejahterakan Petani Melalui Kredit Pola Kemitraan

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemutakhiran Data Non ASN Pelalawan Capai 7.316 orang

Rabu, 28 September 2022 | 14:27 WIB
X