Benting Aceh Rupat, Pesona Keindahan Yang tak Terjamah

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 23:09 WIB
Area ditepian Benting Aceh (Nie/HRC)
Area ditepian Benting Aceh (Nie/HRC)

Sementara itu, rata-rata, total pengeluaran wisatawan dalam satu perjalanan ke pulau Rupat adalah sebesar Rp3.128.507 (kelompok), lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran wisatawan Riau yang mencapai Rp 2.021.620.

Menurut Adhi, dengan adanya kebijakkan KSPN, RanPerda dan masterplan KSPN menjadi peluang penawaran wisata Rupat Utara. Namun masih ditemukannya kendala atau tantangan sehingga dibutuhkan solusi atau startegi yang komprehensif untuk merumuskan pengembangan pariwisata Pulau Rupat yang berkelanjutan.

Senada hal tersebut, Ahli Tourism yang juga Dosen Pariwisata di Universitas Riau Ahmad Nawawi, S.Sos M.Sc, yang juga sebagai peneliti terhadap pertumbuhan dan perkembangan Pulau Rupat, menuturkan bahwa jika dibandingkan dulu, pertumbuhan Rupat saat ini sudah luar biasa. Jika dulu akses jalan sangat sulit tak seperti sekarang yang dilalui, meskipun masih ada beberapa titik jalan yang rusak berat terutama saat musim hujan, namun secara umum sudah cukup baik," ceritanya.

Salah satu spot area di Benting Aceh, yang mulai di percantik karena mulai dikunjungi oleh para wisatawan (Nie/HRC)
Kalau ke Rupat memang harus membawa kendaraan pribadi, karena hingga kini belum ada angkutan umum darat yang melayani pengunjung yang datang di pulau ini.

Saat ini pun katanya, bagi wisatawan yang datang sudah cukup banyak penginapan yang bisa dijadikan tempat menginap, ada belasan penginapan, tiga guest house, 22 homestay, jumlahnya pun terus bertambang seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke Rupat. Yang terbaru tentu saja Vila Anting Putri yang punya standar fasilitas yang cukup mumpuni dan terletak tak jauh dari lokasi wisata pantai Pesona dan pantai Lapin.

Kedepan, Ahmad berharap di masa depan, akan dilakukan pembangunan pelabuhan yang letaknya berada Pantai Pesona.

"Jadi nanti dicanangkan akan dibangun plaza di Pantai Pesona, pembangunan masjid terapung, pembangunan museum, pembangunan tugu zapin api sebagai ikon dari budaya lokal, pembangunan cottage kampung di kampung nelayan, pembangunan turap pantai, pembangunan dan peningkatan jaringan jalan di kawasan inti, pembangunan saluran drainase di kawasan inti, pengembangan citra bangunan melayu pada setiap rumah serta pengembangan wisata minat khusus hutan mangrove Tanjung Medang."

Lalu di Pantai Ketapang, akan dibangun hotel berbintang, pembangunan wahana permainan air, pembangunan arena pacu kuda, pembangunan, restoran dan café, pembangunan meeting room, pembangunan spa. pembangunan lapangan golf.

Demikian juga halnya dengan fasilitas penunjang lainnya di pantai Tanjung Lapin, Pantai Pasir Putih, Pulau Beting Aceh dan juga Hutan Mangrove Tanjung Medang, Pengembangan Kawasan Pantai Makeruh dan Desa Budaya Suku Akit Ratas.

Meski banyak pihak menilai lambat pembangunan infrstruktur di Rupat, namun dia tetap mengapresiasi yang sejauh ini sudah dilakukan dan dirasakan oleh masyarakat tempatan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-510 Bengkalis

Senin, 1 Agustus 2022 | 15:59 WIB

Ini Tips Berboncengan dengan Posisi Menyamping

Senin, 4 Juli 2022 | 15:58 WIB
X