Kepala Puskesmas Bungaraya Survey ke Rumah Warga Kampung Temusai yang Belum Memiliki Jamban yang Layak

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:50 WIB
Kepala Puskesmas Bungaraya, dr. Imelda Putri didampingi Penghulu Kampung Temusai dan Bidan melihat Jamban milik warga yang kurang layak (Sugianto/HRC)
Kepala Puskesmas Bungaraya, dr. Imelda Putri didampingi Penghulu Kampung Temusai dan Bidan melihat Jamban milik warga yang kurang layak (Sugianto/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Dalam rangka meningkatkan lingkungan yang sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak melalui Puskesmas Bungaraya melakukan pendataan dan bimbingan serta masukan kepada pemerintah kampung untuk mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Kali ini,pihak dinas kesehatan melakukan pengecekan sekaligus mendata rumah warga yang tidak memiliki jamban atau WC yang tertutup untuk diberikan masukan atau ilmu agar tidak membuang kotoran disembarang tempat dan mendorong serta meminta kepada pemerintah kampung untuk selalu mengawasi dan memantau masyarakat yang belum memiliki jamban untuk membuat jamban yang layak secara sederhana.

"Alhamdulilah hari ini  ibu Kepala Puskesmas Bungaraya bersama anggotanya  melakukan pengecekan rumah warga kami yang belum memiliki jamban, kebetulan dikampung ini hanya ada dua rumah tangga yang belum memiliki jamban yang tidak layak.  Kampung Temusai selama ini tidak ada stunting ,untuk itu, masa yang akan datang agar tidak ada terjadi stunting di kampung ini, maka pihak puskesmas melakukan pendataan dan memberikan informasi dan edukasi kepada kita untuk bersama-sama mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,salah satunya pembuatan jamban yang layak," ungkap Samsudin, Penghulu Kampung Temusai kepada haluanriau.co, Rabu (03/08/2022).

Penghulu Kampung Temusai berharap, Kampung Temusai kedepan bisa terus meningkatkan kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat dan lain-lain.

"Untuk itu kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk bersama- sama mendukung Kampung Temusai menjadi kampung hijau dan kampung bersih, sehingga kedepan dikampung ini tidak ada kasus stunting," harapnya.

Baca Juga: Citra Perusahaan Terus Meningkat, bank bjb Raih 2 Penghargaan di Corporate Reputation Awards 2022

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bungaraya, dr. Imelda Putri  mengatakan, kegiatan survey kerumah warga yang belum punya jamban yang layak ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan atau usaha menyadarkan masyarakat untuk menjamin agar kondisi lingkungannya lebih sehat (Sanitasi), teknik maupun manajemen pembuatan jamban, dan  meningkatkan kerjasama dengan masyarakat memilih fasilitas jamban serta meningkatkan akses jamban sehat.

“Dengan kedatangan kita ini, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui akses jamban sehat dan perilaku hidup sehat untuk mengurangi prevalensi stunting serta mewujudkan generasi yang berkualitas,” ungkapnya.

Menurut ibu yang ramah tamah itu, penerapan pola hidup sehat mutlak diperlukan agar tercipta lingkungan yang nyaman dan jauh dari penyakit. Banyak penyakit yang sumbernya berasal dari lingkungan yang tidak sehat, khususnya yang berhubungan dengan perilaku buang air besar sembarangan, diantaranya diare, thypus, cholera, disentri, hepatitis dan sebagainya yang dampaknya sangat besar pada kondisi kesehatan seseorang, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di suatu wilayah.

“Pada tahun 2020 kemarin, masyarakat Kampung Temusai  yang tak memiliki jamban yang layak  ada 37 Keluarga, dan alhamdulilah berkat bantuan dari BAZ Kabupaten Siak, tahun 2021 Kampung Temusai mendapatkan 16 unit bantuan jamban, selebihnya secara swadaya mereka membangun dan tinggal 2 lagi yang belum memiliki jamban yang layak," jelasnya.

Meskipun demikian, kata Imel, secara bertahap kesadaran masyarakat terus meningkat sejalan dengan upaya program kesehatan lingkungan untuk mewujudkan desa yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat yang menjadi bagian dari tujuan universal akses.

Imel juga mengaku, tantangan dan kendala yang ada di masyarakat dalam akses sanitasi yang layak diantaranya adalah,  kurangnya pengetahuan tentang pembuatan sarana sanitasi (jamban) yang sesuai ketentuan kesehatan dan beranggapan bahwa pembuatan jamban dibutuhkan anggaran cukup besar, apalagi bagi warga yang kurang mampu hal ini sangat memberatkan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Artikel Terkait

Terkini

X