Belum Lengkap, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Bentrok Berdarah di Desa Terantang

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 16:08 WIB
Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Kampar Hari Naurianto (Amri/HRC)
Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Kampar Hari Naurianto (Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Jaksa mengembalikan berkas perkara penganiayaan terhadap masyarakat Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar, perkara ini ditangani penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kampar. Dalam perkara ini, 17 orang menyandang status sebagai tersang.

Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Kampar, Hari Naurianto mengatakan, berkas perkara dikembalikan jaksa karena ada beberapa hal yang belum lengkap.

"Minggu lalu berkas perkara tersebut dikembalikan ke penyidik disertai petunjuk atau P-19. Setelah berkas perkara lengkap baru di P21," ujar Hari pada wartawan, Jumat (29/7).

Baca Juga: Polsek Batang Gansal Cokok Pengedar Sabu di Desa Penyaguan

Hari mengatakan pihaknya telah menerima dua berkas perkara penganiayaan di Desa Terantang beberapa waktu lalau. Dalam perkara itu, ia menunjuk 5 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara tersebut.

"Kami memberikan waktu 14 hari untuk melengkapi berkas perkara tersebut. Untuk para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara," kata Hari.

17 orang tersangka ini ditangkap pihak kepolisian setelah terjadi bentrok berdarah di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Minggu (19/6) sore. Dalam bentrokan itu melibatkan dua kelompok massa di areal perkebunan Kelapa Sawit, Koperasi Iyo Basamo.

Bentrok ini dipicu oleh dualisme kepengurusana Koperasi Iyo Basamo yang saat ini tengan menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung. Bentrok itu, mengakibatkan beberapa anak-anak dan ibu-ibu terluka.

Baca Juga: Didampingi Bupati Rohil, Wagubri Panen Buah-buahan Ditaman Edukasi Dinas Pertanian

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X