Aksi Damai, AMAK Minta Polisi Tangkap Otak Pelaku Penyerangan di Desa Terantang

- Senin, 25 Juli 2022 | 14:54 WIB
 (Amri/HRC)
(Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK) bersama masyarakat Desa Terantang menggelar aksi damai di dapan Mapolres Kampar, Senin (25/7). Puluhan masa ini mendesak Polres Kampar agar segera mengusut tuntas dan menangkap otak pelaku koflik berdarah yang terjadi di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar.

Mereka meminta kepastian hukum terhadap kasus tersebut. Sudah satu bulan kasus itu berjalan, namun belum ada kepastian oleh pihak polres dalam penang kasus tersebut.

Dalam aksi itu, masa membentangkan sepanduk kain bertintah merah bertuliskan, 'Tangkap otak pelaku pembunuhan berencana di Desa Terantang. Kapolres jang main main'.

Koordinator aksi Hafis, mengatakan aksi ini dilakukan atas dasar kemanusian, sebab satu bulan lebih penganan kasus ini belum ada titik terang.

"Ini (aksi damai_red) masalah kemanusia, kami tidak ingin terlibat dalam masalah dua lisme koperasi Iyo Basamo. Ataupun konflik lahan dan lainnya," ujar Koordinator aksi Hafis, pada haluanriau.co, disela aksi, Senin (25/7).

Baca Juga: Si Kecil Mulai Susah Diberi Makan? Yuk, Lakukan 5 Tips Berikut

Hafis mengatakan, yang menjadi fokus mahasiswa adalah tentang kemanusian. Selama ini kata dia, hanya melihat aksi kekerasaan terhadap anak - anak itu hanya di televisi. Namun saat ini kejadian itu terjadi di depan mata mereka.

"Jadi fokus kami mahasiswa, adalah masalah kemanusian. Dulu kami melihat ada anak - anak yang dipukul, dilempari batu sampai terluka hanya di telvesi. Hari ini kami melihat kejadian ini didepan mata kami dan kami tidak bisa diam terhadap masalah ini," kata mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN SUSKA) Sultan Syarif Kasim itu.

"Permasalahan ini sudah berjalan lebih kurang hampir satu bulan, penyerangan terjadi pada 19 Juni 2022, sekarang sudah tanggal 25 Juli 2022. Sudah 35 hari kasus ini berjalan sampai saat ini masyarakat tidak mendapatkan kepastian hukum," tambahnya.

Ia menuturkan, dua minggu lalu mereka sudah melakukan audiensi dengan pihak kepolisian terkait penanganan perkara tersebut. Saat itu kata Hafis Kasat Intel Polres Kampar besama penyidik mengatakan bahwa orang yang melakukan penyerangan itu pengaman kebun.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X