Jelang KOGI ke 18 di Pekanbaru, Raker Pokja KB POGI dan Mitra Bahas Peningkatan Layanan KB dan Kespro

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 21:18 WIB
Rapat Kerja Pokja KB Kespro PP Pogu bersama Mitra Kerja (Istimewa)
Rapat Kerja Pokja KB Kespro PP Pogu bersama Mitra Kerja (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB sebagai upaya mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta penurunan Angka Stunting, menjadi poin penting pembahasan dalam Rapat Kerja Kelompok Kerja (Pokja) Keluarga Berencana (KB) Kespro pengurus pusat Persatuan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama mitra kerja, Sabtu (23/7) di Hotel Premier Pekanbaru

Kegiatan tersebut sebagai langkah awal jelang pelaksanaan Kongres Obsteri dan Ginekologi Indonesia atau KOGI ke 18 tahun 2022 akan digelar di Pekanbaru, pada 25-27 Juli mendatang. Dengan mengusung tema dalam pelaksanaan KOGI ke 18 tersebut yakni “The Improving of Quality and Competitiveness in the Globalization Era”. Kegiatan ini turut disupport oleh IPAS Indonesia, PT. Organon dan PT. Harsen. 

Hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dr Eni Gustina dengan materi Kebijakan BKKBN Dalam Pelayaan KB dan Kespro, Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usai Kartini Rustandi dengan materi Kebijakan Kemenkes Dalam Pelayanan KB dan Kespro, Ketua Cabang POGI Pekanbaru, dr Donel S yang menyampaikan Pengalaman Mengikuti TOT Pelayanan Kontrasepsi dengan Kurikulum dan Modul Baru dan Peran JNPK - KR dalam mendukung pelatihan KB dan Kespro yang berkualitas melalui pengembangan dan 
pemantapan jaringan pelatihan di daerah disampaikan oleh dr Omno Abdul Majid selaku Ketua Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK - KR).

Baca Juga: Binda Riau Gelar Vaksin di Lapas Bangkinang, 836 Warga Binaan Ikuti Vaksinasi

Dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Ari Kusuma akses dan kualitas layanan KB masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan dilapangan. Hal ini berdampak terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta rendahnya tingkat kesejahteraan keluarga ditengah masyarakat. 

Oleh sebab itu, dalam pertemuan ini tentunya diharapkan akan ada kesepakatan antar seluruh pihak, sebagai upaya peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB serta mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta penurunan Angka Stunting.

Di era globalisasi ini, dengan berbagai kemajuan teknologi, banyak inovasi yang tercipta untuk mendukung layanan kedokteran. 

"Oleh karena itu, bagaimana kita bisa belajar dan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas sebagai tenaga kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas layanan Kesehatan kepada masyarakat. Apalagi nantinya pada tahun 2025 akan diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas ASEAN, di mana dokter asing akan datang ke Indonesia untuk menawarkan jasa keahliannya. Jadi sebagai dokter di Indonesia harus bisa meningkatkan kapasitas diri dan menerapkan inovasi sesuai dengan teknologi terkini agar dapat bersaing secara global. Dengan melakukan pembaharuan ilmu dengan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, dan ini nantinya akan dibahas KOGI ke XVIII ," ujar Ari. 

Rapat Kerja Pokja KB Kespro PP Pogu bersama Mitra Kerja (Istimewa)

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ingat, OJK Sebut Pinjol Hanya Boleh Minta Akses Camilan

Kamis, 22 September 2022 | 22:47 WIB

UMRI Terima Kunjungan Belajar 112 Santri IBS Pekanbaru

Senin, 19 September 2022 | 22:46 WIB

Uang Saku Terkuras, Mahasiswa Keluhkan Naiknya Harga BBM

Senin, 19 September 2022 | 15:39 WIB
X