Sagu Meranti Jadi Pilot Project Nasional,Ditjenbun Kementan RI Berkunjung ke Desa Sungai Tohor

- Rabu, 13 Juli 2022 | 15:55 WIB
 (Nurokhim/HRC)
(Nurokhim/HRC)

HALUANRIAU.CO, MERANTI - Keberhasilan Kepulauan Meranti dalam mengelola sektor sagunya menjadi daya tarik tersendiri bagi semua pihak. Salah satunya pihak Ditjenbun Kementan RI yang mengunjungi Kepulauan Meranti pada Selasa 12 Juli 2022.

Kunjungan bersama Unpad disalah satu central pengolahan sagu di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur tersebut dalam rangka ingin mengetahui secara langsung proses dari pengolahan sagu baik itu ditahap pembudidayaan hingga sampai pemasaran.

"Mungkin yang membuat pihak rombongan Ditjenbun Kementan berkunjung itu lantaran perkebunan kita pada komoditi sagu sudah budidaya dan juga dalam sistem pemasaran bahkan sudah ekspor," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi SP, saat ditemui diruang kerjanya.

Kata Ifwandi, ini menjadi langkah baik bagi Kabupaten termuda di Riau itu. Mengapa tidak, sagu yang merupakan iconic Kepulauan Meranti di kancah nasional bahkan internasional itu makin dikenal dan dilirik disemua elemen masyarakat.

"Ya kita patut berbangga dengan banyaknya kunjungan yang berdatangan, sebelumnya juga ada dari pengusaha di Negara Thailand yang mengunjungi sagu di Kepulauan Meranti," katanya.

Baca Juga: Penyidikan Korupsi Pengadaan CT Scan di RSUD Bangkinang Terus Dirampungkan

Harapan juga disampaikan Kadis Ifwandi, dimana dirinya berharap dengan kunjungan itu dapat memberikan dampak positif dan adanya timbal balik yang dapat dirasakan masyarakat Kepulauan Meranti.

"Ya kita berharap adanya bantuan yang turun yang diperuntukkan bagi pelaku usaha sagu di Meranti dan juga petani sagu, misalnya pemanfaat tahan kosong untuk perluasan areal penanaman sagu," harapnya.

Diungkapkan Ifwandi, Kepulauan Meranti merupakan penyumbang sagu terbesar, bahkan dalam kurun waktu setahun saja 250 ribu ton dihasilkan dan di ekspor keberapa tempat, dengan luas lahan yang ditanami 39 ribu hektar.

"Dan untuk pengembangan kedepannya kita masih ada lahan kosong kisaran 10 ribu hektar untuk ditanami," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X