Jaksa Terima SPDP Kasus Bentrok Berdarah di Desa Terantang

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:12 WIB
Kejaksaan Negeri Kampar
Kejaksaan Negeri Kampar

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Kejaksaan Negeri Kampar telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penganiayaan yang terjadi terhadap warga Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kampar. Kejadian itu disebabkan dualisme kepengurusan Koperasi Iyo Basamo.

"SPDP sudah kita terima, Selasa (28/6) kemarin. Berkas perkara belum," ujar Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Hari Naurianto, Kamis (30/6).

Hari mengatakan berdasarkan SPDP itu pihaknya langsung menunjuk jaksa yang akan menangani perkara tersebut.

"Kita menunjuk dua orang jaksa yang akan menangani kasus tersebut," jelas Hari.

Baca Juga: Miliki Kantor Baru Golkar Serahkan Aset Kantor Lama ke Pemprov

Dalam kasus itu, kata Hari ada 2 SPDP yang diterima pihaknya. Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP.

"Ada 2 SPDP yang masuk, untuk para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP," kata Hari.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 17 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan berdarah di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kampar. Permasalahan tersebut terkait dualisme kepengurusan KUD Iyo Basamo di desa tersebut.

Kabid Humas Polda Riau, Sunarto saat itu menjelaskan terkait persoalan tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang. Puluhan orang itu diduga mengetahui kejadian bentrokan tersebut. Kemudian dari 18 orang yang diamankan, 17 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan 1 orang lagi berstatus saksi.

Sunarto mengatakan, terhadap para tersangka itu, penyidik dari Polres Kampar selaku pihak yang menangani perkara, di-back up Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau masih melakukan pemeriksaan intensif.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rendi Winata Resmi Jabat Kasi Intel Kejari Kampar

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:46 WIB

Lapas Bangkinang Terima 12 Orang Tahanan Baru

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:47 WIB
X