Jadi Modal Setelah Bebas, 20 Napi Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Diajarkan Membatik

- Rabu, 29 Juni 2022 | 20:07 WIB
WBP Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan mengikuti pelatihan membatik khas Kuansing. (Akmal/HRC)
WBP Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan mengikuti pelatihan membatik khas Kuansing. (Akmal/HRC)

HALUANRIAU.CO, TELUK KUANTAN - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Teluk Kuantan Tengah menjalani pelatihan membatik khas Kuantan Singingi (Kuansing).

Sebanyak 20 narpidana mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kuantan Singingi, pelatihan dimulai Selasa (28/6) hingga berakhir Kamis (30/6).

Terlaksananya program pelatihan ini juga berkat dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kuantan Singingi. Para narpidana yang terpilih ini diajarkan oleh instruktur batik dari Asosiasi Batik Kuantan Singingi.

Kalapas Kelas II B Teluk Kuantan Bejo menyebut bahwa dasar pelaksanaan pelatihan ini mengingat batik Kuansing saat ini tengah memiliki nilai pasaran semenjak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi mengeluarkan Surat Edaran wajib batik.

"Setiap WBP berhak mendapatkan pembinaan, baik itu mental, kerohanian, skill atau keterampilan. Maka, kami apresiasi kegiatan membatik ini," jelas Bejo, Rabu (29/6).

Keterampilan yang diperoleh napi ini akan menjadi bekal saat mereka telah usai menjalani masa tahanannya. "Berharap keterampilan membatik ini bisa menjadi bekal mencari nafkah setelah selesai menjalani masa hukumannya,” harapnya.

Nantinya, para napi yang telah bebas tak perlu repot untuk memulai membuka usaha batiknya. Berkat kerjasama antara Pemkab Kuansing dan Lapas Kelas II B Teluk Kuantan, segala sesuatu akan dibantu. Mulai dari modal awal hingga pemasaran nantinya.

Pelatihan selama tiga hari itu, para narpidana diajarkan motif batik khas Kuansing yang telah didaftarkan sebagai kekayaan intelektual. Yakni motif Jalur, motif Perahu Baganduang, motif Takuluak Barembai, motif Dayung, motif Randai.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Riau, Mhd. Jahari Sitepu terkesima dengan pelatihan yang diberikan pihak Lapas Kelas II B Teluk Kuantan terhadap narapidananya.

“Batik Kuansing ini sedang viral. Masyarakat sudah banyak yang memakainya, selain ke kantor juga ke tempat-tempat pesta. Jadi nilai ekonomisnya sangat tinggi. Saya harap WBP serius mengikuti pelatihan, nanti ilmunya bisa dipakai untuk berwirausaha dan mencari nafkah. Jangan lagi melakukan pekerjaan yang melanggar hukum,” katanya singkat.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X