Penuntutan Perkara Penganiayaan Seorang Siswi Dihentikan, Ini Peran Kejari Pelalawan

- Selasa, 28 Juni 2022 | 21:52 WIB
Kajari Pelalawan Silpia Rosalina memfasilitasi perdamaian antara tersangka Siti Nur Afni dan korban, Nadila (Dodi/HRC)
Kajari Pelalawan Silpia Rosalina memfasilitasi perdamaian antara tersangka Siti Nur Afni dan korban, Nadila (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PELALAWAN - Difalitasi Kejaksaan Negeri Pelalawan, Nadila akhirnya mau memaafkan Siti Nur Afni, seorang pedagang kantin di sekolah tempat dia belajar. Siti sempat menyandang status tersangka akibat menampar Nadila, hingga akhirnya penuntutan perkaranya dihentikan melalui mekanisme Restorative Justice.

Perdamaian kedua belah pihak dilakukan Kepala Kejari (Kajari) Pelalawan Silpia Rosalina yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Niky Junismero, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kegiatan itu dilaksanakan di Rumah Restoratif Seiya Sekata Kabupaten Pelalawan, di Kantor Desa Makmur di Jalan Hangtuah SP-6, Desa Makmur, Pangkalan Kerinci, Selasa (28/6).

"Alhamdulillah. Kendati Rumah Restoratif Seiya Sekata belum secara resmi dilaunching, namun sudah dapat dipergunakan untuk memfasilitasi perdamaian perkara tersebut," ujar Kajari Pelalawan, Silpia Rosalina melalui Kasi Intelijen, Fusthathul Amul Huzni.

Dikatakan FA Huzni, penghentian penuntutan perkara dilakukan berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Saat perdamaian itu, sebut FA Huzni, dihadiri oleh tersangka Siti Nur Afni, saksi korban Nadila yang didampingi orangtuanya.

Baca Juga: Bahas Kondisi Terkini Kota Pekanbaru, Ketua DPRD Bincang Mendalam Bersama FWL

"Juga hadir pihak kepolisian, Kepala Desa, Kepala Dusun tempat terjadinya perkara," sebut Kasi Intel.

Lanjut dia, mediasi antara kedua belah pihak itu berakhir dengan kesepakatan perdamaian tanpa syarat. Kendati begitu penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif tersebut harus dimintai persetujuan secara berjenjang kepada Kepala Kejaksaan Tinggi dan Jaksa Agung RI.

FA Huzni kemudian memaparkan kronologis perkara yang menjerat Siti Nur Afni. Peristiwa tersebut bermula adanya ketersinggungan tersangka yang merupakan pedagang di kantin Madrasah Aliyah (MA) Ulul Ilmi Desa
Segati, atas perkataan dari saksi korban yang merupakan siswi di sekolah tersebut.

Akibatnya, tersangka menampar pipi bagian kiri saksi korban dan mengalami memar di bagian belakang telinga kiri. Tidak terima dengan perlakuan itu, Nadila kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Dengan telah dihentikannya proses penuntutan, saudari Siti Nur Afni tidak lagi menyandang status tersangka," pungkas FA Huzni.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT RI, Perusahaan Sawit Beri Kado untuk Pensiunan

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:34 WIB

Nekat, Maling Beraksi Siang Hari di Areal PT RAPP

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:17 WIB
X