Kecolongan bisa buat KK dan KTP Bagi WNA Ketua Komisi A: Semua yang Terlibat akan Kita Panggil

- Senin, 27 Juni 2022 | 11:40 WIB
Ketua Komisi A DPRD Rokan HIlir, Raly Anugrah Harahap (Jhoni/HRC)
Ketua Komisi A DPRD Rokan HIlir, Raly Anugrah Harahap (Jhoni/HRC)

HALUANRIAU.CO, ROKAN HILIR - Ketua Komisi A DPRD Rokan Hilir (Rohil), Raly Anugrah Harahap menyayangkan adanya peristiwa kecolongan dalam pembuatan Dokumen Kependudukan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Warga Negara Asing (WNA) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Rohil.

"Kemarin kita dapat inpo adanya diduga WNA miliki KTP dan KK yang dikeluarkan dari Disduk. Apalagi inponya yang bersangkutan sudah rekam foto elektronik. Jika benar informasinya, Sangat kita sayangkan WNA bisa buat identitas berupa KTP dan KK  yang diduga palsu itu terjadi di negeri seribu kubah ini," Ungkap Ketua Komisi A Raly Anugrah Harahap kepada haluanriau.co, Senin (27/6/2022).

Atas peristiwa ini kata Raly pihaknya akan hearing memanggil semua pihak yang ikut terlibat untuk minta kejelasan persoalan ini.

"Kita akan panggil semua pihak yang terlibat dalam pengurusan Dokumen Kependudukan ini Mulai dari RT, RW Kadus, Kepala Desa, Disdukcapil dan Imigrasi. Inshaallah Minggu depan kita rapatnya," tukas Raly.

Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Gowes Presisi Nusantara Tempuh Jarak 508 Km Kurang Dari 24 Jam

Jika nanti ditemukan indikasi yang melawan hukum dalam kepengurusan dokumen tersebut lanjut ayah satu anak ini, pihaknya mendorong pihak aparat penegak hukum untuk melakukan proses hukum

"Jika nanti dalam hearing terdapat hal hal yang melanggar prosedural. Kita minta aparat penegak hukum usut juga pelaku pelaku  lainya yang turut membantu dalam terbitnya KK dan KTP bagi WNA itu," pungkas Raly.

Sebelumnya bermodalkan KTP dan KK Palsu saat buat paspor, pencari suaka asal Myanmar ditangkap imigrasi.

Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bagansiapiapi melakukan penahanan terhadap seorang pria YNM. Pencari suaka asal Myanmar itu melakukan tindak pidana keimigrasian.

Kejadian bermula saat YNM mendatangi Kantor Imigrasi pada 2 Juni 2022 kemarin. Saat itu, dia ditangkap petugas Imigrasi pada bagian loket penerimaan berkas permohonan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI/Paspor) karena dicurigai sebagai WNA yang akan membuat paspor.

"Kita berhasil mengamankan WN Myanmar ini pada saat melakukan permohonan berkas paspor. Tersangka melampirkan dokumen kependudukan Indonesia, yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran dan Buku Nikah," ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau, Mhd Jahari Sitepu, Minggu (26/6).

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rohil Kembali Raih Opini WTP Dari BPK RI

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:42 WIB
X