Paripuna Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-238 Tahun Berlangsung Khidmat

- Kamis, 23 Juni 2022 | 19:15 WIB
Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi pimpin rapat paripurna Hari Jadi Kota Pekanbaru. (Akmal/HRC)
Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi pimpin rapat paripurna Hari Jadi Kota Pekanbaru. (Akmal/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Muhammad Sabarudi.memimpin Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-238 Tahun, Kamis (23/6). Didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.

Hadir Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar saat memberikan sambutan dalam rapat paripurna Hari Jadi Kota Pekanbaru. (Akmal/HRC)
Wakil Gebernur Riau Edy Natar, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho, Perwakilan Konsulat Malaysia dan juga dihadiri perwakilan dari beberapa Kepala Daerah turut hadir sebagai tamu undangan.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru M Sabarudi mengawali paripurna dengan menceritakan asal mula Kota Pekanbaru. Dahulunya dikenal dengan nama Senapelan yang saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin.

Pada tanggal 9 April Tahun 1689, telah diperbaharui sebuah  perjanjian antara Kerajaan Johor dengan Belanda (VOC) dimana dalam perjanjian tersebut Belanda diberi hak yang lebih luas.

Karena kapal Belanda tidak dapat masuk ke Petapahan, maka Senapelan menjadi tempat perhentian kapal-kapal Belanda, selanjutnya pelayaran ke Petapahan dilanjutkan dengan perahu-perahu kecil. Dengan kondisi ini, Payung Sekaki atau Senapelan menjadi tempat penumpukan berbagai komoditi perdagangan baik dari luar untuk diangkut ke pedalaman, maupun dari pedalaman untuk dibawa keluar berupa bahan tambang seperti timah, emas, barang kerajinan kayu dan hasil hutan lainnya.

Suasana rapat paripurna hari jadi Kota Pekanbaru yang berlangsung di DPRD Kota Pekanbaru. (Akmal/HRC)
Terus berkembang, Payung Sekaki atau Senapelan memegang peranan penting dalam lalu lintas perdagangan. Letak Senapelan yang strategis dan kondisi Sungai Siak yang tenang dan dalam membuat perkampungan ini memegang posisi silang baik dari pedalaman Tapung maupun pedalaman Minangkabau dan Kampar.

Perkembangan Senapelan sangat erat dengan Kerajaan Siak Sri Indra Pura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau  membangun Istana di Kampung Bukit dan diperkirakan Istana tersebut terletak disekitar lokasi Mesjid Raya sekarang.

Sultan kemudian berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan namun tidak berkembang. Kemudian usaha yang dirintis tersebut dilanjutkan oleh putranya  Raja Muda Muhammad Ali yang bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah meskipun lokasi pasar bergeser di sekitar Pelabuhan Pekanbaru sekarang.

Akhirnya menurut catatan yang dibuat oleh Imam Suhil Siak, Senapelan yang kemudian lebih popular disebut Pekanbaru resmi didirikan pada tanggal 21 Rajab hari Selasa tahun 1204 H bersamaan dengan 23 Juni 1784 M oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah dibawah pemerintahan Sultan Yahya yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X