Demo Berujung Ricuh, Massa Bakar Bus Sekolah Sebabkan Proses Pendidikan Pelajar Terganggu

- Jumat, 17 Juni 2022 | 09:57 WIB
Bus antar-jemput siswa PT SRK yang dibakar massa saat kericuhan (istimewa)
Bus antar-jemput siswa PT SRK yang dibakar massa saat kericuhan (istimewa)

HALUANRIAU.CO, INHU - Pasca unjuk rasa  disertai anarkisme yang terjadi di PT Sumber Reksa Kencana (SRK), Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berimbas kepada anak-anak pelajar di sana.

Seperti yang diketahui dalam aksi anarkis tersebut terdapat dua bus sekolah milik perusahaan yang menjadi amukan massa. Alhasil bus tersebut kini tak dapat lagi dapat dioperasikan, hingga tak sedikit anak sekolah disana yang terhambat untuk mengikuti proses belajar-mengajar.  Bahkan salah satu orang tua murid terpaksa tidak menyekolahkan anaknya untuk sementara.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu orang tua siswa Ivan Gunawan Lase, pasca aksi Selasa 14 Juni lalu, ia bersama puluhan orang tua murid sempat kewalahan untuk melakukan proses antar jemput anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga: Peduli Kesehatan Warga Binaan, Lapas Bangkinang Lakukan Penyuluhan dan Skrining Tuberkulosis

"Pasca amukan massa itu, tak sedikit orang tua murid yang kewalahan untuk melakukan proses antar-jemput anak kami yang ingin mengikuti proses belajar-mengajar bahkan salah satu orang tua murid memilih anaknya untuk izin sekolah (tidak mengikuti proses belaja,red)," ujar Lase saat dihubungi wartawan, Kamis (16/6).

Lase menyebut, bus sekolah yang biasanya di pergunakan oleh perusahaan untuk melakukan proses antar jemput sekitar 80 hingga 100 orang pelajar, baik dari tingkat SD-SMP yang meliputi dari anak karyawan hingga anak masyarakat setempat kini tak lagi dapat di operasikan.

"Maka dari itu kita sangat menyayangkan aksi-aksi anarkis oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut karena pengerusakan aset vital seperti bus pengangkut sekolah sangat berdampak kepada peserta pelajar dan orang tua murid," ungkapnya.

Baca Juga: Inkrah, Jaksa Eksekusi Mantan Camat Tenayan Raya Abdimas Syahfitrah

Lase menambahkan, peranan bus dalam mengantarkan anak sekolah memanglah sangat vital karena jarak tempuh dari perusahan ke masing-masing sekolah menempuh jarak sekitar 20 hingga 25 Kilometer, serta diperparah lagi medan jalan yang tak dapat di lewati dengan mobil pada umumnya, dalam artian membutuhkan mobil gardan dua atau 4X4.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alat Berat Diamankan, Polhut Sebut Ini

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:05 WIB
X