Kerja Sama Dengan Koperasi Statusnya Grid D, Arara Panen Akasia Liar Rakip Anggota Dewan: Akan Kita Pelajari

- Kamis, 16 Juni 2022 | 16:44 WIB
Rakip, Anggota DPRD Siak Dapil 1 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (Sugianto/HRC)
Rakip, Anggota DPRD Siak Dapil 1 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) (Sugianto/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - PT Arara Abadi, Sinarmas Grup diduga menggunakan status badan hukum koperasi untuk panen akasia liar di kebun masyarakat, yakni Koperasi Bumi Dosan Sejahtera (BDS) yang baru berdiri pada tahun 2020 lalu dan mulai melakukan panen akasia liar di tahun 2021. Ulah perusahaan pemasok bahan baku kertas itu merugikan petani tempatan, khususnya petani yang memiliki lahan di sekitar KM 2 Doral, betapa tidak, lahan mereka dirusak, kayu akasia diambil dan pohon sawit yang menjadi harapan penopang ekonomi keluarga diratakan dengan alat berat.

Doli (55) petani yang kebunnya dirusak mengaku kecewa dengan perusahaan yang memperalat koperasi itu, setelah kebun mereka dirusak, tidak Rp1 pun sampai ke Doli dari hasil panen akasia liar yang telah digunakan memasok bahan baku kertas di perusahaan Sinarmas grup itu.

"Awalnya kami mengusir alat berat masuk ke lahan kami, aparat didatangkan, kami diserang oleh satpam yang didatangkan, entah berapa mobil," kata Doli dengan nada kecewa, Kamis (16/6/22).

"Sampai sekarang kami belum menerima uang satu rupiah pun, padahal dulu janjinya, kami petani yang lahannya diambil kayu akasia liarnya, dapat bagian Rp20.000 dari tiap satu ton kayu yang dipanen. Saya sudah sering menagih uang itu ke humar Arara, Pak Nasir, sampai sekarang baru janji-janji saja yang ada," kata Doli.

Baca Juga: Dugaan Penyerobotan Lahan Warga, Ingot Ahmad Hutasuhut Belum Diperiksa Polisi

Lebih jauh, Doli menuding koperasi BDS diperalat perusahaan untuk melakukan aktivitas ilegal, panen akasia liar. Betapa tidak, masyarakat tidak tahu kapan koperasi itu berdiri, apakah sudah mengantongi Izin Usaha Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK).

"Saya lihat koperasi BDS ini hanya dijadikan alat untuk merampas kayu liar di atas kebun masyarakat, dampaknya kami petani dirugikan," tangis Doli.

Dilain pihak, Kabid Koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Siak Zaky saat dikonfirmasi terkait keberadaan dan status Koperasi BDS menjelaskan, bahwa koperasi itu terdaftar, namun belum pernah lapor ke Dinas.

"Koperasi Bumi Dosan Sejahtera, di Desa Dosan, datanya secara online ada. Namun belum pernah ada menyampaikan laporan tahunan ke Dinas. Setatus Koperasi BDS masih grid D, belum pernah menyampaikan laporan, makanya saat ditanya kami kesulitan mencari data koperasi itu," jelas Zaky di ruang kerjanya.

Sesuai ketentuan, jika koperasi dalam 3 tahun berturut-turut tidak menggelar Rapat Akhir Tahunan, dan tidak menyampaikan laporan, maka bisa direkomendasikan untuk dibubarkan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Arara Abadi Diduga Serobot Kebun Masyarakat

Rabu, 15 Juni 2022 | 22:43 WIB
X