2024, Pekanbaru Targetkan Angka Stunting 6,34 Persen

- Rabu, 15 Juni 2022 | 20:07 WIB
Pertemuan Rekonsiliasi Kota Pekanbaru dengan lintas sektor, Rabu (16/6/2022)) (Nie/HR)
Pertemuan Rekonsiliasi Kota Pekanbaru dengan lintas sektor, Rabu (16/6/2022)) (Nie/HR)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan tahun 2024 angka stunting di Pekanbaru turun diangka 6,34 persen. Untuk mencapai angka tersebut diharapkan kepada seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk dapat bersinergi dalam melakukan konvergensi, agar apa yang ditargetkan bisa tercapai.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Tengku Mita Maya Don saat menghadiri acara Rekonsiliasi Stunting RAN-PASTI tahun 2022 tingkat Kota Pekanbaru, yang digelar di Kantor Dalduk Pekanbaru, Rabu (15/6).

"Sebenarnya angka stunting di Kota Pekanbaru sudah cukup baik, bahkan sudah dibawah angka nasional. Kita cukup bangga atas prestasi tersebut. Namun dalam mencapai target di 2024 tentunya kita harap ada kerjasama yang baik antar seluruh OPD dan juga instasi yang ada di lintas sektor. Karena ini bukanlah kerja satu OPD tetapi bersama," ujar Mita.

Dijelaskannya, bahwa BKKBN Provinsi Riau selaku tim penilai cukup bangga dengan capaian angka stunting Kota Pekanbaru. Meski belum berada di peringkat pertama, namun dirinya berharap konvergensi antara seluruh OPD bisa lebih ditingkatkan.

Baca Juga: Gandeng Apindo, BKKBN Riau Kembali Gelorakan KB dan Turunkan Stunting

"Dari penilaian yang kita lakukan Pekanbaru berada di peringkat 5, dengan angka stunting di kota Pekanbaru 11,4 persen. Memang masih banyak kendala yang dihadapi dalam hal pengisian data dan juga konvergensi antara OPD yang belum satu sinkron. Namun kedepan, diharapkan koordinasi konvergensi antara OPD bisa lebih ditingkatkan agar lebih sinergis," harap Mita.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru, Muhammad Amin menuturkan dirinya akan terus berupaya untuk mengoptimalkan capaian penurunan angka stunting di Kota Pekanbaru. Dengan terus menjalin koordinasi antar lintas sektor, baik melalui pendataan, peningkatan fasilitas layanan dan ketersediaan air bersih dan lainnya.

"Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi dan menjadi wadah bagi seluruh OPD untuk melakukan evaluasi serta perencanaan ke depan terkait rencana aksi penurunan stunting. Jadi mana OPD yang benar-benar siap mendukung dan mana yang tidak, apabila ada yang tidak tentu akan kita kosongkan saja program kerjanya," ujar Amin.

“Kita melakukan konvergensi dengan OPD berdasarkan hasil rembuk di tahun 2021 kemarin. Hasil rekonsiliasi ini yang akan kita evaluasi minggu depan supaya langkah-langkah kedepannya bisa kita rencanakan dengan baik. Memang Pekanbaru angka penurunannya terlihat jauh dibanding kabupaten lain, tapi ada target yang akan kita kejar kedepannya,” paparnya.

Selain program DAHSAT, praktik yang sudah dilaksanakan dalam aksi percepatan stunting ini diantaranya Satuan Tugas Remaja Stunting (SATGAS PESTA) dan Celengan Masyarakat Cegah Stunting (CEMARA CANTING).

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Personel Polda Riau Raih Penghargaan Medali PBB

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:21 WIB

Kota Pekanbaru Masuk Penilaian Adipura 2022

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:01 WIB
X