Rugikan Keuangan Negara Rp500 Juta, Direktur BUMKam di Siak Divonis 5 Tahun Penjara

- Jumat, 20 Mei 2022 | 18:24 WIB
Suasana jalannya persidangan Rusyani, Direktur Badan Usaha Milik Kampung Amanah Bhakti, Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. (Dodi/HRC)
Suasana jalannya persidangan Rusyani, Direktur Badan Usaha Milik Kampung Amanah Bhakti, Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. (Dodi/HRC)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum Rusyani dengan pidana penjara selama 5 tahun. Direktur Badan Usaha Milik Kampung Amanah Bhakti, Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak itu dinyatakan bersalah melakukan korupsi senilai Rp500 juta lebih.

Putusan itu disampaikan majelis hakim yang diketuai Efendi pada sidang yang digelar, Jumat (20/5). Dalam putusannya, majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dengan penerapan pasal.

Rusyani dinyatakan bersalah melakukan rasuah sebagaimana diancam di dalam Dakwaan Kesatu Primair, yaitu Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi, Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Iya. Sudah putus," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak, Dharmabella Timbasz saat dikonfirmasi melalu Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Heydy Hazamal Huda, Jumat sore.

Adapun vonisnya, kata Huda, Rusyani dihukum pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 4 bilang kurungan. Selain itu, Rusyani juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sejumlah Rp526.048.984,50.

Baca Juga: Setelah Disahkan Menjadi Bank Syariah, Andi Buchari: Peluncuran BRK Syariah Insha Allah Juni

"Uang pengganti itu harus dibayarkan paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap," kata Huda.

"Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila dia tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan," sambungnya.

Putusan itu lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU yang menginginkan Rusyani dihukum 6 tahun penjara, denda Rp250 juta subsidair 6 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut dia membayar uang pengganti sebesar Rp526.048.984,50 subsidair 3 tahun penjara.

Diketahui, Rusyani diduga melakukan korupsi dengan melakukan pencairan dana pemanfaat dengan menggunakan nama pemanfaat fiktif pada rentang waktu tahun 2015 hingga 2020. Dia juga diduga merekayasa laporan keuangan terkait penggunaan dana kas UED-SP/BUMKam Amanah Bhakti terkait pengeluaran biaya operasional dan insentif.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

M Sabarudi Dilantik Jadi Ketua DPRD Kota Pekanbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 16:45 WIB

Pansus LKPj Tanggapi Laporan Wali Kota Pekanbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:15 WIB

Upaya Tirta Siak Dalam Pipa di Jalan Melur Ujung

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:52 WIB
X