Datuk Rajo Dubalai Pucuk Adat Andiko 44, Minta Pj Bupati Dijabat Putra Jati Kampar

- Rabu, 18 Mei 2022 | 10:49 WIB
 (Istimewa)
(Istimewa)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Gelombang penolakan Pj Bupati Kampar terus bermunculan mulai dari masyarakat, pejabat, praktis hukum, tokoh agama dan tokoh adat di Kabupaten Kampar. Kini penolokan datang dari Pemangku Adat Nasrul Niniok Datuk Rajo Dubalai Pucuk Adat Andiko 44.

"Jika pada akhirnya pemerintahan pusat melalui Mendagri menunjuk bukan putra daerah tentu ini akan menjadi masalah dikemudian hari," kata Nasrul Datuk Rajo Dubalai, Selasa (17/5).

Sebab kata dia, Kampar sangat berpegang erat adengan adat sesuai dengan falsafah adat kampar tali bapilin tigo, tigo Tungku Sajorangan, antara Pemerintah, Alim ulama dan Ninik mamak selalu bersinergi untuk membangun Kampar.

"Kami dari anak kemanakan se-Kabupaten berharap kepada Presiden Republik Indonesia Ir.H.Jokowi Dodo sebagai Datuk Seri Setia Amanah Negara untuk mengangkat Pj Bupati dari putra jati Kampar sesuai rekomendasi Gubernur Riau, kan proses sudah dilalui sesuai dengan amanah UU," ujar Datuk Rajo Dubalai.

Baca Juga: Tipikor Sat Reskrim Rohil Laksanakan Tahap II ke JPU Rohil

"Kami berharap yang menjadi Pj Bupati ini dari orang Kampar mengerti adat istiadat kita sedikit, walaupun tidak banyak setidaknya dia bisa berbaur. Jangan nanti yang menjabat Pj Bupati Kampar tidak tau adat ini yang membuat kita kacau," sambungnya.

Selama ini kata Nasrul, masyarakat adat terkesan dapat menerima apapun yang menjadi keputusan pemerintah, tapi kali ini sebut dia masyarakat adat tidak bisa menerima lagi. Menurut dia terlalu banyak kesemrawutan pembangunan dikampar yang diakibatkan oleh kebijakan yang tidak tepat sasaran yang diakibatkan oleh pemimpin yang bukan putra jati Kampar.

Aspirasi masyarakat kampar ini bukan tanpa alsan, sebab kata Nasrul pejabat di daerah merupakan perpanjangan tangan pemerintahan pusat tentu segala sesuatu itu harus singkron atau sejalan sampai ketingkat yang lebih rendah.

Keinginan ini muncul dari masyarakat adat, disitu ada anak kamenakan, umaroh, alim ulama dan ninik mamak pasti akan terjadi kesepahaman dalam menentukan arah pembangunan, tigo tungku sajorangan akan sejalan.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Terkini

X