Kejari Kampar 'Menyerah' Usut Dugaan Korupsi Penyertaan Modal di PT Kamparicom

- Rabu, 11 Mei 2022 | 13:50 WIB
Mantan Direktur Umum PT Kamparicom Zamhir Basem usai menjalani pemeriksaan di Kejari Kampar (Istimewa)
Mantan Direktur Umum PT Kamparicom Zamhir Basem usai menjalani pemeriksaan di Kejari Kampar (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Kejaksaan Negeri Kampar 'angkat bendera putih' mengusut dugaan korupsi pengelolaan keuangan daerah dalam penyertaan modal Kabupaten Kampar ke PT Kamparicom. Korps Adhyaksa yang dikomandani Arif Budiman itu tidak mampu menemukan dokumen terkait perkara yang diusut tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kampar, Silfanus Rotua Simanulang, belum lama ini. Dikatakan Silfanus, pihaknya telah melakukan proses penyelidikan guna mencari peristiwa pidana dalam perkara tersebut.

Namun sayangnya, Jaksa tidak mampu menemukan dokumen-dokumen terkait penyertaan modal tersebut, kendati orang-orang yang pernah bekerja di sana masih ada, dan telah dimintai keterangan. Seperti, mantan Direktur Umum PT Kamparicom, Zamhir Basem, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kampar Zulher. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan  Komisaris Utama PT Kamparicom, dan sejumlah pihak lainnya.

"Untuk Kamparicom, penyelidikan kita, kita belum menemukan, tidak lagi bisa kita temukan dokumen-dokumennya. Karena memang kantornya pun tidak ada lagi," ujar Silfanus.

Baca Juga: Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 di Riau Usai Libur Lebaran

Pihaknya, kata Silfanus, telah berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak-pihak terkait. Namun, hasilnya tetap nihil.

"Kita tanya sama pengurusnya yang sekarang, yang dulu itu komisarisnya maupun direkturnya, mereka juga tidak tahu lagi. Mereka juga tak punya dokumen-dokumen, karena kata mereka, mereka mengundurkan diri," sebut mantan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Pelalawan itu.

Atas hal itu, Jaksa tidak bisa melanjutkan proses penyelidikan. Dengan demikian, dipastikan proses penyelidikan telah dihentikan.

"Jadi belum bisa kita temukan perbuatan tindak pidananya untuk kita tingkatkan (ke tahap berikutnya). Karena dokumen-dokumennya tidak ada lagi," pungkas Silfanus.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X