Petugas Lapas Bangkinang Ikuti Upacara HBP Ke-58 Secara Virtual

- Rabu, 27 April 2022 | 13:13 WIB
Jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang mengikuti upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-58 Tahun 2022 secara virtual bersama Kemenkumham RI (Amri/HRC)
Jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang mengikuti upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-58 Tahun 2022 secara virtual bersama Kemenkumham RI (Amri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KAMPAR - Puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Bangkinang mengikuti upacara HBP ke-58 secara virtual Rabu (27/04). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumhan) RI di seluruh Indonesia.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly memimpin upacara yang dilaksanakan di Graha Pengayoman Kemenkumham. Dalam kegitan ini turut hadir Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Edward O.S. Hiariej, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Reynhard Silitonga.

Serta jajaran Pimpinan Tinggi Madya Kemenkumham, jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjenpas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Pejabat Struktural, Staf dan Anggota Pengamanan
mengikuti kegiatan upacara secara virtual ini dengan khidmat di Aula Kantor Lapas Bangkinang.

Yasonna H. Laoly dalam amanatnya menyampaikan diusia pemasyarakatan ke-58  Menkumham berharap agar pemasyarakatan semakin CERMAT, yaitu cerdas membuat strategi, evaluasi setiap kondisi dan kejadian, Rasional dalam pengambilan kebijakan, mitigasi risiko, akuntabel dan berintegritas, serta transparan dan aspiratif melayani.

Baca Juga: Jelang Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-58 Lapas Bangkinang Gelar Syukuran

“Saya berharap agar Nilai CERMAT ini dapat diimplementasikan di 682 satuan kerja Pemasyarakatan se-Indonesia dengan komitmen yang kuat,” kata Yasonna.

Menkumham meminta agar kebijakan Pemasyarakatan selaras dengan percepatan pembangunan nasional khususnya di bidang hukum dan HAM. Sebagai bagian akhir dari “criminal justice system”.

“Pemasyarakatan diharapkan mampu menjadi muara akhir dari penanganan pelaku kejahatan, mulai dari perlindungan HAM sampai dengan pengelolaan barang sitaan. Membina warga binaan menjadi tenaga kerja terampil yang mampu menghasilkan pendapatan bagi dirinya dan keluarganya setelah selesai masa pidananya,” pungkasnya.

Menkumham juga meminta agar Insan Pemasyarakatan belajar dari pengalaman sebelumnya. Kejadian yang tak diinginkan di tahun sebelumnya harus dijadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan Pemasyarakatan lebih baik, efektif, dan efisien.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lapas Bangkinang Terima 12 Orang Tahanan Baru

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:47 WIB

Dinkes: Kabupaten Kampar Nol Kasus Covid-19

Selasa, 19 Juli 2022 | 17:41 WIB
X