Jasa Raharja Jamin Penumpang Kapal Laut Rute Malaysia

- Rabu, 20 April 2022 | 20:34 WIB
Rudi Elfis Dan Awaludin Usai Menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Dolly/HRC)
Rudi Elfis Dan Awaludin Usai Menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Dolly/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Dengan dibukanya kembali Pelabuhan Internasional Dumai, secara otomatis moda transportasi ke negara tetangga akan beroperasi seperti sedia kala sebelum pandemi melanda.

Menyikapi hal tersebut, PT Jasa Raharja Perwakilan Dumai melakukan kerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Malindo Bahari.

Kerja sama ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada penumpang angkutan umum yang menggunakan moda transportasi laut dalam melakukan perjalanan dari kota Dumai menuju ke Melaka, Port Dickson maupun Port Klang (Malaysia).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan di Kantor PT Pelayaran Nasional Malindo Bahari, Rabu, 20 April 2022.

Pihak yang menandatangani PKS tersebut antara lain Rudi Elfis SE MM selaku Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Perwakilan Dumai dan Awaluddin selaku Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Malindo Bahari.

Kepala perwakilam Jasa Raharja Dumai Rudi Elfis menyampaikan kepada halunriau.co, bahwa hal ini merupakan bentuk tugas dan tanggung jawab PT Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan kepada para penumpang angkutan umum yang mengatur pemberian jaminan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum.

Baca Juga: Buka Puasa Bersama, Tipsy Bar Pekanbaru Santunan Anak Yatim

"Selain itu, dalam perjanjian kerja sama PT Jasa Raharja akan memberikan santunan kecelakaan bagi penumpang dan ABK Kapal sejak penumpang dan ABK Kapal dari pelabuhan asal hingga turun di pelabuhan tujuan menurut tiket yang berlaku untuk perjalanan Kapal yang bersangkutan," ulasnya.

Rudi Elfis merincikan, adapun jumlah santunan yang akan diberikan kepada penumpang dan ABK Kapal sesuai sifat cederanya adalah maksimal Rp50 juta untuk korban meninggal dunia yang diberikan kepada ahli waris korban yang sah, Rp50 juta bagi korban cacat tetap, Rp20 juta bagi korban yang membutuhkan biaya perawatan, Rp1 juta untuk biaya P3K, Rp 500 ribu untuk biaya Ambulance, serta Rp 4 juta untuk biaya penguburan.

"Khusus biaya penguburan akan diserahkan kepada pihak yang menyelenggarakan penguburan bagi korban yang tidak memiliki Ahli Waris," kata dia menambahkan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X