Korupsi APBDes Pelanduk TA 2020, Mantan Ajudan Rusli Zainal Jalani Sidang Perdana

- Kamis, 31 Maret 2022 | 14:57 WIB
Mantan Kades Pelanduk, Kecamatan Mandah, Inhil, Nuard (Dodi/HRC)
Mantan Kades Pelanduk, Kecamatan Mandah, Inhil, Nuard (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Nuardi menjalani sidang perdana perkara dugaan korupsi penyimpangan APBDes Pelanduk, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2020. Mantan ajudan Rusli Zainal itu didakwa melakukan rasuah yang merugikan keuangan negara Rp861 juta.

"Iya. Tadi sudah dilaksanakan sidang perdana," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil Rini Triningsih saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Ade Maulana, Kamis (31/3).

Sidang perdana itu dilaksanakan secara virtual. Dimana majelis hakim yang diketuai Efendi berada di ruang sidang Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan dari Kantor Kejari Inhil, dan terdakwa berada di Lapas Kelas IIA Tembilahan.

"Agendanya pembacaan surat dakwaan oleh JPU," lanjut Ade.

Baca Juga: Salah Dalam Memimpin LAM Riau, Pendemo Menilai Syarir Abubakar Raja Zalim Raja Disanggah

Atas dakwaan tersebut, terdakwa Nuardi mengaku mengerti dan tidak menyatakan keberatan atau eksepsi. Dengan begitu, sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

(ikln/DPRD KP/Akmal)
Dalam dakwaannya, Jaksa menyatakan terdakwa Nuardi adalah Kepala Desa Pelanduk Kecamatan Mandah, Inhil periode tahun 2017 hingga 2021. Dia sekaligus selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Perbuatan rasuah yang dilakukannya terjadi pada rentang waktu Mei hingga Desember 2020 bersama Noryani selaku Kaur Keuangan dan Hamsar selaku Sekretaris Desa Pelanduk.

Mereka secara bersama-sama dan turut serta melakukan pencairan atau penarikan Dana Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan di Rekening Kas Desa pada tahun anggaran 2020 di Bank Riau Kepri Cabang Tembilahan menggunakan Cek Tunai sebesar Rp1.925.000.000. Yang mana uang tersebut dibagi bersama kepada terdakwa sejumlah Rp832.150.000, Hamsar Rp174 juta, dan sisanya di tangan Noryani Rp918.850.000.

Terdakwa, Hamsar dan Noryani tidak membayarkan seluruh kegiatan yang telah direncanakan dalam APBDes TA 2020, melainkan sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi, dengan rincian terdakwa Nuardi sejumlah Rp655.375.000, Hamsar sejumlah Rp29.129.000, dan Noryani sejumlah Rp110.275.000.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X