Perkara Project Manager Pembangunan Ruang Irna Tahap III RSUD Bangkinang Dilimpahkan ke JPU

- Rabu, 30 Maret 2022 | 16:47 WIB
Emrizal menjalani proses tahap II di Rutan Pekanbaru, Selasa (29/3) kemarin (Dodi/HRC)
Emrizal menjalani proses tahap II di Rutan Pekanbaru, Selasa (29/3) kemarin (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Berkas perkara dugaan korupsi pembangunan ruang Instalasi Rawat Inap (Irna) Tahap II RSUD Bangkinang dengan tersangka Emrizal telah dinyatakan lengkap atau P-21. Selanjutnya, penanganan perkaranya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu dilaksanakan pada Selasa (29/3) kemarin. Pelaksanaan tahap II itu dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, tempat Emrizal ditahan.

"Iya, sudah tahap II di rutan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Rizky Rahmatullah, Rabu (30/3).

Dengan telah dilakukannya proses tahap II, Tim JPU akan menyiapkannya surat dakwaan terhadap tersangka. Dalam waktu dekat, berkas perkara akan dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan.

"Kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor (Pekanbaru). Untuk sekarang, JPU masih susun dakwaan," sebut mantan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Baca Juga: Perpisahan Manager PLN ULP Tembilahan, Muhammad Hosen Berlangsung Haru: Terimakasih

Terpisah, Marvelous mengatakan, perkara ini akan dihadapi sejumlah Jaksa yang bertindak sebagai Penuntut Umum. Para Jaksa ini nantinya yang akan berusaha membuktikan perbuatan Emrizal di pengadilan.

"Jumlah JPU ada 8 orang. Gabungan dari Kejati dan Kejari Kampar," singkat Kasi Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau itu.

Diketahui, dalam proyek bermasalah itu, Emrizal menjabat sebagai Project Manager. Dia merupakan tersangka ketiga dalam perkara tersebut. Sebelum dia, penyidik telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Mayusri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rif Helvi, Team Leader Management Konstruksi (MK) atau Pengawas pada proyek tersebut. Keduanya saat ini tengah diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Selain nama-nama di atas, perkara ini juga menyeret sejumlah nama lainnya. Mereka adalah Kiagus Toni Azwarani, Kuasa Direksi PT Gemilang Utama Allen. Dia diduga turut serta berperan sebagai pengatur mulai dari penawaran hingga pelaksanaan lelang proyek tersebut untuk memenangkan perusahaan tersebut. Lalu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar, Surya Darmawan.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rendi Winata Resmi Jabat Kasi Intel Kejari Kampar

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:46 WIB

Lapas Bangkinang Terima 12 Orang Tahanan Baru

Kamis, 28 Juli 2022 | 17:47 WIB
X