Berkat Tangan Dinginnya Firdaus-Ayat, Kota Pekanbaru Raih Multiprestasi Tahun 2012-2022

- Rabu, 30 Maret 2022 | 13:23 WIB
Istimewa
Istimewa

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kota Bertuah Pekanbaru, begitu kota ini disebut. Kota yang lahir dari sebuah bandar bernama Dusun Senapelan. Pada hari Selasa, 21 Rajab 1204 Hijeriah atau 23 Juni 1784, Pekanbaru terlahir dengan nama Pekan Baharu.

Dibawah Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah yang bergelar Mahrum Bukit, Pekan Baharu yang lebih disebut sebagai Pekanbaru tumbuh menjadi kota dagang yang ramai dikunjungi saudagar dari manca negara.

Terletak di tengah-tengah pulau Sumatera dan dekat dengan negara tetangga, dibelah Sungai siak, kapal-kapal barang milik saudagar dari berbagai pelosok negeri singgah untuk berdagang.

Tak ayal, Pekanbaru terus berkembang dan menjelma menjadi sebuah Kota yang ramai. Pekanbaru menjelma menjadi medan magnet investasi yang luar biasa baik dulu, sekarang dan akan datang. Secara geografis, kota Pekanbaru terletak segitiga pertumbuhan ekonomi Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Keberadaan wilayah Pekanbaru di tengah-tengah pulau Sumatera dan Provinsi Riau, tidak hanya mengantarkan Pekanbaru sebagai wajah pertumbuhan Riau yang cepat, namun juga pulau Sumatera terutama Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Pekanbaru memiliki luasan 632,26 Km². Luasan tersebut setara dengan negara Singapura atau DKI Jakarta minus Kepulauan Seribu. Secara Administrasi, Kota berjuluk Kota Bertuah ini dibagi atas 15 Kecamatan dan 83 Kelurahan.

Namun ada yang unik pada jumlah penduduk Pekanbaru baik pada siang hari maupun malam hari. Pada siang hari, penduduk Pekanbaru bisa mencapai 1,5 juta jiwa, tapi saat malam jumlah penduduk Pekanbaru hanya 1,1 juta jiwa. Hal tersebut terjadi karena pada siang hari, ratusan ribu penduduk yang tinggal diwilayah interland atau perbatasan datang ke Pekanbaru untuk bekerja.

Di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus, S.T, M.T, dan Wakil Walikota Pekanbaru, H. Ayat Cahyadi, S.Si periode 2012-2017 dan 2017-2022 sudah berpikir ke depan dengan merencanakan pembangunan berbasis superblock.

Ada kota-kota baru di wilayah Kota Pekanbaru sebagai upaya meng-influence pertumbuhan wilayah Pekanbaru yang baru 30 persen disentuh pembangunan. Seperti perluasan kawasan pusat pemerintahan Kota Pekanbaru dari Jalan Sudirman ke kawasan Tenayan Raya Pekanbaru. Di atas areal seluas 100 hektare, dibangun komplek perkantoran baru yang sekarang telah menjadi kawasan pemerintahan yang terintegrasi satu dengan yang lainnya. Tidak hanya itu, ada 3000 hektare lebih kawasan yang disiapkan sebagai kawasan Industri yang diberi nama Kawasan Industri Tenayan  yang berada di pinggir Sungai Siak sebagai sungai terdalam di Indonesia.

Pekanbaru juga menjadi pionir mode pembangunan terintegrasi dengan kabupaten yang berbatasan langsung yang diberi nama Pekan Sikawan. Pekan Sikawan merupakan anonim dari Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan yang merupakan wilayah perbatasan langsung pada Kota Pekanbaru. Ada banyak potensi pembangunan terintegrasi sesuai cita-cita Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus, S.T, MT. Mulai dari bidang infrastruktur seperti jalan lingkar, transportasi yang terintergrasi, pembangunan kawasan indutsri hingga rencana pembangunan aerocity yang akan menjadi bandara dengan wilayah terbesar di Riau.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X