Larshen Yunus Ketua DPD KNPI Riau Buka Sayembara Rp 100 Juta, Bagi Penemu Video Pengrusakan Ruang BK DPRD RIau

- Rabu, 23 Maret 2022 | 13:54 WIB
Istimewa (Eka/HRC)
Istimewa (Eka/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus, Minggu (20/3/2022) secara resmi membuka Sayembara Rp100 Juta terhadap siapa saja yang menemukan Video Rekaman bukti pasal pengrusakan yang ditujukan kepada dirinya dan wartawan Rudi Yanto.

Pasalnya, Larshen Yunus ditetapkan tersangka tanpa bukti dan saksi yang jelas oleh Polresta Pekanbaru atas Laporan Fitnah ASN DPRD Riau Ferry Sasfriadi.

Hal itu disampaikan Larshen Yunus yang pada saat bertemu dan bebual bersama rekan-rekan awak media di Kedai Kopi Kong Jie, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Ketua KNPI Riau yang merupakan Ketua KNPI termuda ini menegaskan, terhadap segala sesuatu yang telah dialaminya adalah wujud nyata dari "Klimaks-nya" Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menganiaya rakyat.

Baca Juga: Kawasan Wisata Desa Mentayan Raih Juara Anugerah Pariwisata Riau

Pola Penganiayaan tersebut terlihat jelas kasat mata dan dirasakan langsung oleh kedua terlapor, korban dari Spekulasi Pimpinan DPRD Provinsi Riau dengan Kapolresta Pekanbaru. Kendati, kedua terlapor sudah beberapa kali menyurati Kapolresta Pekanbaru agar menghentikan kasus kriminalisasi terhadap Aktivis dan Jurnalis sedang bertugas. Namun, perkara tersebut tetap terus direkayasa dan dipaksakan Polresta Pekanbaru.

Dugaan itu bukan tanpa bukti, melainkan justru telah menjadi konsumsi publik, terkait ulah dan sikap Penyidik Sat Reskrim Polresta Pekanbaru dalam Menghancurkan Karakter Larshen Yunus, dengan memfoto dan menyebarkan hasil foto tersebut dengan menggunakan kaos warna orange, tanpa kepastian hukum yang jelas.

Jadi, menurut Larshen Yunus, atas segala bentuk Prasangka yang dialaminya, hanya bisa dibawa dalam do'a, seraya bermunajat kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, agar segala sesuatunya dijawab, bahwa yang benar tetaplah benar, yang salah tetaplah salah!

"Bagi saya, perlakuan aparat di Sat Reskrim Polresta Pekanbaru sangat tidak beradab. Karakter dan Kepribadian saya hancur, hanya karena perkara Abal-Abal seperti itu, yang sampai saat ini tidak jelas buktinya, " ujar Larshen.

"Padahal dua bentuk rekaman CCTv telah diberikan sebagai Barang Bukti (BB) dari si Pelapor, namun penyidik seperti Buta, Tuli dan bersikap layaknya Hantu yang menakut-nakuti rakyat," imbuh Larshen.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X