Dinilai Terbukti Lakukan Pelecehan terhadap Mahasiswinya, Dekan FISIP UNRI Nonaktif Dituntut 3 Tahun

- Senin, 21 Maret 2022 | 16:42 WIB
Suasana persidangan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau nonaktif (Istimewa)
Suasana persidangan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau nonaktif (Istimewa)

"Sesuai koordinasi tim (JPU) dengan pimpinan, kami mengajukan tahanan selama 3 tahun" tegas dia.

"Selain itu kami juga menuntut terdakwa untuk membayar biaya uang pengganti yang sudah dikeluarkan oleh saksi korban berdasarkan penghitungan korban bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebesar Rp10.772.000," imbuh Syafril.

Atas tuntutan itu, ditambahkan JPU, sidang selanjutkan beragendakan penyampaian nota pembelaan oleh terdakwa. Adapun sidang tersebut diagendakan digelar pada pekan ini.

"Sidang dilanjutkan Kamis besok, dengan agenda nota pembelaan dari terdakwa," pungkasnya.

Baca Juga: YVB Bersama Kodim 0314 Inhil laksanakan Vaksinasi Anak di Tembilahan

Sebagaimana diberitakan, kasus ini awalnya ditangani penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Korbannya adalah mahasiswi Jurusan HI FISIP UNRI berinisial L.

Awalnya, L selaku korban, melaporkan kejadian dugaan pelecehan seksual yang dialaminya ke Polresta Pekanbaru. Namun dalam perkembangannya, kasus ini diambil alih penanganannya oleh Polda Riau.

Penyidik Ditreskrimum Polda Riau, beberapa waktu lalu juga telah menyegel ruang kerja Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto, dalam rangka penyidikan.

Syafri Harto sendiri juga membuat laporan ke Polda Riau, atas dugaan pencemaran nama baik. Dia melaporkan korban L, dan juga admin dari akun Instagram resmi Korps Mahasiswa HI (Komahi) FISIP UNRI, dengan nama akun @komahi_ur.

Baca Juga: Pengusaha Percetakan Undangan di Pekanbaru Ditemukan Gantung Diri

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X