Seekor Harimau Muncul di Kawasan HGU PT THIP Pelangiran Inhil, BKSDA: Diduga Bawa Anak

- Rabu, 16 Maret 2022 | 16:40 WIB
Istimewa (Evrizon/HRC)
Istimewa (Evrizon/HRC)

HALUANRIAU.CO, TEMBILAHAN - Seekor induk harimau diduga membawa anaknya menampakkan diri pada kawasan HGU perkebunan perusahaan di Pulai Afdeling 2 Blok 26, PT THIP Pelangiran, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau, Selasa Sore (15/3) lalu.

Pihak perusahaan PT THIP Pelangiran melalui Humas, M Syahri saat dikonfirmasi, Rabu (16/3/2022) mengatakan harimau tersebut hanya melintas di perkebunan sawit milik perusahaan.

"Harimau itu hanya melintas saja di perkebunan sawit perusahaan, kebetulan bertemu dengan pekerja yang sedang membuat jalur dan kanal dengan memakai alat berat. Dan saat ini saya rasa harimau itu tidak ada lagi dilokasi penampakan (harimau,red) itu," ungkapnya.

Langkah pihak perusahaan dikatakan Humas PT Pelangiran, Syahri, telah mengimbau kepada pekerja, karyawan dan masyarakat sekitar untuk sementara waktu tidak beraktivitas dilokasi penampakan harimau itu.

Baca Juga: Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan melaksanakan rapat Tim Pengawasan Orang Asing

"Lagipula lokasi penampakan harimau itu bukan kawasan konservasi hutan, masih daerah HGU perkebunan perusahaan. Tapi kami sudah imbau karyawan kami serta warga disekitar perusahaan untuk tidak melakukan aktivitas di lokasi penampakan harimau tersebut dan kami juga sudah melaporkan hal ini ke BKSDA Riau," papar Syahri.

Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar mengatakan telah menerima laporan dari pihak perusahaan PT THIP Pelangiran mengenai penampakan harimau itu.

"Iya, kami sudah menerima laporan dari pihak perusahaan dan kami berencana untuk turun ke lokasi. Informasinya induk harimau tersebut juga diduga bawa anak, belum diketahui berapa jumlah anaknya. Mereka biasa lebih cenderung mencari tempat-tempat yang kering atau bisa jadi mereka sedang mengejar mangsa hingga ke lokasi perusahaan," kata Hansen.

Untuk saat ini, Ia juga sudah mengarahkan pihak manajemen perusahaan untuk mengurangi aktivitas dilokasi penampakan harimau.

"Kewajiban pertama pihak perusahaan harus melaporkan adanya hewan buas kepada BKSD wilayah Riau, kedua mengurangi aktivitas di tempat penampakan harimau. Terakhir kami arahkan karyawan khusus perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap warga agar tidak ada yang melakukan tindakan anarkis dan perburuan terhadap harimau itu," tukasnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X