Lakukan Sidak Gudang Penyalur Migor, Komisi II Sebut Tak Ada Indikasi Penimbunan

- Selasa, 15 Maret 2022 | 14:14 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga (baju hitam) bersama anggota komisi melakukan sidak ke gudang penyalur minyak goreng di pergudangan Angkasa II (Akmal/HRC)
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga (baju hitam) bersama anggota komisi melakukan sidak ke gudang penyalur minyak goreng di pergudangan Angkasa II (Akmal/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Langkanya keberadaan minyak goreng dipasaran menjadi dasar Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru dalam melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), Selasa (15/3).

Perusahaan distributor yang berkantor di Pergudangan Angkasa II di Jalan Garuda Sakti menjadi sasaran. Tidak hanya sendirian, turunnya Komisi II ini juga ditemani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru berserta Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru.

Setiba di gudang PT Sukses Riau Permata itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga bersama Kadisperindag Ingot Ahmad Hutasuhut langsung mempertanyakan kondisi ketersediaan minyak goreng miliknya.

Stok minyak goreng berada digudang kedua, disana tampak tumpukan karton minyak goreng merek Sania produksi Wilmar kemasan dua liter, diperkirakan tersedia ribuan karton.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia di Januari 2022 Turun Jadi Rp5.938 Triliun

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga disela-sela sidak menyebut bahwa turunnya anggota dewan ini memastikan ketersediaan minyak goreng menjelang Ramadhan.

"Turunnya kita (Komisi II) memastikan aja (stok minyak) menjelang Ramadhan ini," kata Dapot Sinaga.

Dari hasil penghitungan dengan pihak gudang, imbuh Dapot, diketahui bahwa terdapat 2100 karton minya goreng, satu karton berisikan enam pieces (pcs) minyak goreng kemasan dua liter.

"Melihat jumlahnya, (menjelang) Ramadhan stok kita adalah gitu," sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Ribuan stok itu akan disalurkan ke toko-toko dalam minggu ini, paling cepat akan terlaksana dalam dua hari. Begitu stok ini habis, perusahan penyalur ini akan meminta stok baru lagi kepada perusahaan yang memproduksi.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X