Cegah Perkara Anak di Kota Layak Anak, Ini yang Dilakukan Kejaksaan Negeri Siak

- Kamis, 10 Maret 2022 | 21:16 WIB
Kasi Pidum Kejari Siak, Senopati menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di MTs Negeri 1 Siak (Dodi/HRC)
Kasi Pidum Kejari Siak, Senopati menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di MTs Negeri 1 Siak (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Meski meraih predikat Kota Layak Anak kategori Nindya, belum membuat Kabupaten Siak ramah terhadap anak. Hingga kini masih saja terjadi kekerasan terhadap anak, bahkan dilakukan oleh mereka yang masih di bawah umur.

Teranyar, kasus yang menimpa VRM, seorang siswi di Kecamatan Mempura, Siak. Dia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh remaja 16 tahun berinisial SAS. Untuk nama yang disebutkan terakhir, dihadapkan meja hijau dan dituntut pidana selama 10 tahun penjara.

Hal ini mendapat perhatian serius dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak. Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Korps Adhyaksa yang dikomandani Darmabella Timbasz itu berupaya memberikan pencerahan terkait persoalan hukum yang melibatkan anak.

Teranyar, Kejari Siak mendatangi MTs Negeri 1 Siak untuk memberikan penyuluhan hukum, Kamis (10/3). Kedatangan Jaksa tersebut disambut antusias oleh para siswa maupun guru.

"Antusias dari siswa dan guru tadi, interaktifnya sangat berjalan dengan baik," ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Siak, Saldi.

Baca Juga: Diduga Suap untuk Bupati Kuansing Nonaktif, GM PT Adimulia Agrolestari Dituntut 3 Tahun Penjara

Dikatakan Saldi, kegiatan ini dilakukan berdasarkan petunjuk dari Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung. Salah satunya terkait sasaran kegiatan, yaitu siswa di sekolah agama.

"Narasumber tadi Kasi Pidum. Kita juga undang dari Bagian Hukum (Sekretariat Daerah Kabupaten Siak Siak)," lanjut Saldi.

"Kita sengaja mengundang pihak pemerintah daerah agar tahu juga, apa yang kita sampaikan itu ada hubungannya dengan beberapa permasalahan yang terjadi di Siak. Permasalahan anak, anak berhadapan dengan hukum, anak sebagai pelaku maupun anak sebagai korban," sambung dia.

Saldi menegaskan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan pihaknya. Dengan begitu, persoalan hukum yang berkaitan dengan anak dapat dicegah.

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Siak, Senopati yang didaulat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan itu mengatakan, dirinya menyampaikan sejumlah materi di hadapan para siswa di MTs Negeri 1 Siak. Di antaranya, pengenalan terhadap institusi Kejaksaan dan Jaksa itu sendiri.

Selain itu juga disampaikan terkait Konvensi Hak Anak (KHA) dan Undang-undang (UU) Perlindungan Anak.

"Dalam kegiatan tadi, kami menjelaskan juga terkait masalah anak yang berhadapan dengan hukum. Anak yang berkonflik dengan hukum, Anak yang menjadi korban, maupun Anak yang menjadi saksi tindak pidana," kata Jaksa yang akrab disapa Seno.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan data perkara yang ditangani Kejari Siak yang berkaitan dengan Anak. Pada tahun 2021 lalu, kata Seno, ada 32 orang pelaku Anak dan 53 Korban Anak. Sementara pada tahun ini, ada 4 Pelaku Anak dan 5 Korban Anak.

"Dengan penyuluhan hukum ini, kita berharap kedepannya tidak ada lagi perkara Anak yang muncul di kabupaten yang kita cintai ini," harap Seno memungkasi.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Santai PWI Siak Bertaburan Hadiah Menarik

Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:27 WIB
X