Empat WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Terima Remisi Nyepi

- Kamis, 3 Maret 2022 | 11:57 WIB
Empat WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Terima Remisi Nyepi (Akmal/HRC)
Empat WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Terima Remisi Nyepi (Akmal/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Empat orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapat Remisi Khusus (RK) I peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 Tahun 2022, keempat WBP itu mendapat masa potongan tahanan yang berbeda-beda.

Per 28 Februari 2022, data WBP yang ada di Provinsi Riau sebanyak 13.638 orang, hanya 5 WBP yang bergama Hindu, namun 1 WBP masih berstatus tahanan sehingga belum memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Riau, Pujo Harianto menyebut bahwa remisi ini merupakan pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah memenuhi syarat pada hari besar keagamaan yang dianut oleh yang bersangkutan.

Keempat WBP tersebut merupakan penghuni Lapas Kelas IIA Pekanbaru dengan rincian tiga orang menerima pemotongan masa hukuman sebanyak 1 bulan dan seorang lagi memperoleh 2 bulan remisi.

Baca Juga: Kesbangpol Inhil Lepas Purna Tugas ASN yang Telah Pensiun

"Tidak ada yang langsung bebas atau menerima Remisi Khusus II," terang Pujo Harianto, Kamis (3/3).

Kembali dijelaskan Pujo, bahwa warga binaan yang mendapatkan remisi khusus Hari Raya Nyepi yang telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan. Selain memenuhi syarat menjalani masa pidana, WBP yang diusulkan memperoleh remisi telah dinilai berkelakuan baik, tidak pernah melanggar tata tertib lapas/rutan yang dimasukan dalam Register F dan juga harus mengikuti program pembinaan secara terus menerus.

"Melalui pemberian remisi ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi narapidana untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta untuk selalu taat terhadap hukum dan norma yang berlaku," ulasnya.

Lanjut Pujo, pemberian remisi juga menjadi solusi atas over kapasitas yang terjadi lapas dan rutan selama ini. Untuk di Riau, terdiri 11 lapas, 4 rutan dan 1 LPKA yang hanya berkapasitas untuk 4.300 orang, tapi saat ini dihuni sebanyak  13.638 WBP.

"Artinya terjadi over kapasitas sebesar 317 persen,” sambung Pujo.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X