'Nenek Rumayah' Idap Tumor Jinak dan Dikucilkan Warga, ICB Buka Open Donasi

- Rabu, 2 Maret 2022 | 10:32 WIB
Nenek Rumayah (Evrizon/HRC)
Nenek Rumayah (Evrizon/HRC)

HALUANRIAU.CO, TEMBILAHAN - Nenek Rumayah biasa orang memanggilnya, padahal usianya baru 45 tahun. Rumayah beralamat di Parit Suak Besar, Desa Sungai Teritip, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Selama 21 tahun terakhir ini Ia hidup bersama saudaranya dan puluhan kucing, jauh di pelosok desa.

Rumayah mengidap penyakit tumor jinak. Ia mengaku warga takut berdekatan dengannya.

"Ya, sekarang saya lebih baik seperti ini. Keluar pun orang-orang jauhi saya, seakan-akan saya ini monster, bukan manusia. Ada juga yang melarang saya untuk dekat-dekat karena takut tertular,” ucap Rumayah.

Rumayah tinggal di rumah gubuk kayu. Gubuknya hanya terbuat dari susunan papan dan belum dialiri listrik. Di sekeliling gubuk beliau hanya ada pepohonan. Harus berjalan beberapa ratus meter untuk bisa menemukan rumah ini dari permukiman warga.

Sementara saudara (kakak,red) Rumayah bukan orang berada, penghasilan sehari-harinya tak menentu. Beliau juga hanya bekerja jika tenaganya dibutuhkan, entah itu bertani, atau jadi kuli angkut hasil panen. Semuanya Ia lakukan selagi pekerjaannya masih halal demi mencukupi makan sehari hari.

"Setiap kami makan pasti selalu saya sisakan buat kucing. Puluhan tahun tinggal di gubuk ini cuma kucing yang jadi teman kami. Tadinya saya cuma kasih makan beberapa kucing aja, tapi lama-lama makin banyak kucing yang datang ke rumah. Setiap saya kasih makan pasti langsung berebut. Kasihan mereka juga kelaparan," tuturnya.

Baca Juga: Satu Unit Rumah Kembali Hanyut di Pangkalan Kasai Akibat Banjir

Karena kemurahan hati inilah, gubuk Nenek Rumayah selalu ramai dengan kucing liar. Di setiap sudut gubuk nenek pasti ada kucing.

"Tapi kami sama sekali tidak keberatan berbagi tempat dengan kucing-kucing ini, saya malah bersyukur karena gubuk kami tidak sepi seperti dulu," akuinya.

Mirisnya, karena saudara Rumayah juga kerap kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka pun beberapa kali tidak makan sekitar 2 hingga 3 hari, hanya bisa mengganjal rasa laparnya dengan minum air.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X