Akibat Nafsu Birahi Terlalu Tinggi, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri Hingga Hamil 5 Kali

- Selasa, 1 Maret 2022 | 18:44 WIB
Arofao Telaumbanua (46), Pelaku pencabulan terhadap anak kandung sendiri (Yendri/HRC)
Arofao Telaumbanua (46), Pelaku pencabulan terhadap anak kandung sendiri (Yendri/HRC)

HALUANRIAU.CO,KUANTAN SINGINGI - Karena nafsu birahi, sang ayah tega cabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil lima kali, bahkan sampai melahirkan tiga kali.

Diketahui, ayah kandung bejat di Kuantan Singingi itu bernama Herman atau Arofao Telaumbanua (46) yang beralamat di wilayah Simpang Kampar KM 83, Desa Lubuk Kebun, Kecamatan Logas Tanah Darat.

Aksi bejat pelaku terbongkar oleh pihak kepolisian dan langsung menangkap pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya ini di wilayah Rumbai.

Kapolres Kuantan-Singingi (Kuansing), AKBP Rendra Oktha Dinata melalui Kasat Reskrim, AKP Boy Marudut Tua kepada media, Selasa (01/03/2022) siang menjelaskan, akibat perlakuan pelaku terhadap korban yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri itu, membuat korban sudah mengandung sebanyak 5 kali dan yang menjadi anak ada 3 orang.

Dijelaskan Boy, yang mana pelaku terangsang dengan bentuk tubuh korban. Pelaku langsung memaksa korban melayani nafsunya di kebun orang tempat mereka bermukim (pelaku bekerja sebagai penjaga kebun orang. red).

Tidak hanya itu, pelaku rupanya ketagihan untuk melancarkan aksinya bejatnya, kejadian itupun terus berulang-ulang dilakukannya hingga si korban hamil pada tahun 2014.

Kehamilan itu tidak bertahan, si korban mengalami keguguran. Bahkan korban kembali hamil pada tahun 2016 dan keguguran lagi. Baru lah pada tahun 2020 korban kembali hamil dan melahirkan anak pertama hasil hubungan haram tersebut.

Baca Juga: Nasib IYS Tergantung Hasil Audit Inspektorat Pekanbaru

Kemudian, pada tahun 2021 si korban kembali hamil dan melahirkan anak kedua berlanjut pada awal 2022 korban kembali melahirkan anak ketiga.

Yang lebih membuat miris, tutur Boy korban melahirkan tanpa dibantu paramedis, proses persalinan korban hanya dibantu pelaku dan ibu korban. Ibu korban tak dapat berkutik karena juga diancam dibunuh oleh pelaku.

''Jadi pelaku ini pernah membelah ayam hidup-hidup dan memakan isinya mentah-mentah, sambil makan isi ayam itu, pelaku mengancam korban dan ibu korban akan bernasib seperti ayam itu, jika berani buka mulut,''jelas AKP Boy.

Terungkapnya permasalahan ini karena pelaku memboyong ibu dan korban untuk pindah ke Rumbai. Hal itu dikarenakan pelaku khawatir karena keberadaan tiga orang anak itu terus ditanya-tanya oleh penduduk setempat. Maka pelaku langsung memutuskan pindah, di saat hendak mengurus KTP dan KK, salah seorang kerabat ibu korban curiga atas kehadiran tiga orang anak tersebut. Akhirnya setelah didesak oleh keluarga, ibu korban pun menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Keluarga ibu korban itupun langsung mengambil tindakan dengan melaporkan kejadian itu ke pihak Polsek Rumbai. Mendapatkan laporan pihak Polsek Rumbai langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada 22 Februari 2022 yang lalu. Oleh karena tempat kejadian berada di wilayah Kuansing maka pelaku pun dilimpahkan ke pihak Polres Kuansing.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X