Lakalantas di Indragiri Hulu Belakangan Kian Tinggi, Edukasi Polantas Melemah?

- Senin, 21 Februari 2022 | 16:38 WIB
Salah satu mini bus pasca laka lantas di Inhu. (Jason/HRC)
Salah satu mini bus pasca laka lantas di Inhu. (Jason/HRC)

HALUANRIAU.CO, INDRAGIRI HULU - Kecelakaan dalam berlalu lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, belakangan ini tergolong sangat tinggi yang berbanding lurus dengan angka kematian disetiap laka lantas yang terjadi.

Dari catatan haluanriau.co belum lagi genap dua bulan, sepanjang 2022, hingga saat ini sudah terdapat 14 kasus laka lantas, dimana dalam jumlah kasus yang relatif tinggi tersebut terdapat sebanyak lima orang dinyatakan meninggal, baik meninggal di tempat pasca terjadinya laka lantas hinnga nyawa korban yang tak dapat tertolong saat di bawa ke rumah sakit setempat dengan rincian satu orang luka berat dan 19 orang lainnya mengalami luka ringan.

Sebagai informasi di Kecamatan Lirik, saja tercatat dua laka lantas maut yang menyebabkan 3 nyawa melayang satu diantaranya masih anak-anak. Kejadian awal, pada Sabtu (5/2) lalu yang melibatkan 1 unit Fuso vs Mini Bus berjenis Inova tersebut, dua orang korban dinyatakan tewas di tempat, yakni: Yosi Candra (Sopir) dan A (anak-anak berusia 9 tahun) 7 orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Masih di kecamatan yang sama, dilokasi yang tak jauh berbeda kecelakaan maut yang merenggut nyawa pengendara tersebut kembali terjadi, lagi-lagi melibatka 1 unit mini bus jenis Inova VS Dumb Truck. Diketahui toyota Kijang yang merupakan travel datang dari Pekanbaru menuju Rengat dengan muatan enam orang penumpang.

Baca Juga: Jaksa Agung Promosikan Sejumlah Pejabat di Kejati Riau, Ini Nama-namanya

Kuat dugaan mini bus itu mengalami oleng pasca pecah ban yang menyebabkan kemudi tak dapat di kendalikan yang berujung dengan kecelakaan maut, pada insiden itu 1 orang korban dinyatakan kembali tewas, dengan rincian; pengemudi Toyota Kijang inisial Y (34) hanya mengalami luka berat, kemudian penumpang Deri (24) mengalami luka ringan, begitu juga dengan penumpang bernama Galuh Dwiyono (43), kemudian penumpang bernama Depraj (19) mengalami luka berat.

Tingginya angka laka lantas yang terjadi di Kabupaten Negeri para raja-raja itu mendapat perhatian keras dari salah seorang pemerhati keselamatan lalu lintas disana, Dodi Tarigan, dirinya menyebut terjadinya kenaikan angka kematian dan laka lantas disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; human eror, lingkungan hingga lemahnya edukasi yang wajib dari petuas lalu lintas disana.

"Faktor diatas sangat menentukan naik atau tidaknya suatu angka kematian dalam berlalu lintas, kebanyakan kecelakaan itu terjadi lantaran human eror," ujar Dodi, Senin (21/2).

Namun, jika ditarik kebelakang, lanjut Dodi human eror juga terjadi atas lemahnya edukasi petugas lalu lintas yang ada di kamnpung kita ini, karena edukasi yang disampaikan kepada pengguna baik roda ataupun roda empat akan terlihat berhasil jika angka kecelakan tersebut cenderung menurun. "Nah, kita lihat faktanya saat ini apakah angka laka lantas itu menurun? biar data yang menjawab," imbuhnya lagi.

"Karena rumusnya akan selalu sama suatu edukasi keselamatan berlalu lintas di nyatakan berhasil jika angka laka lantas cendrung menurun," kata dia.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alat Berat Diamankan, Polhut Sebut Ini

Jumat, 1 Juli 2022 | 17:05 WIB
X