Bantah Menerima Uang Rp1,2 M, Kakanwil BPN Riau Belum Laporkan GM PT AA ke Polisi

- Minggu, 13 Februari 2022 | 13:32 WIB
Yopi Pebri, Penasehat Hukum Syahrir (kanan) didampingi Ketum BPU LAMR, Harris Kampay (Dodi/HRC)
Yopi Pebri, Penasehat Hukum Syahrir (kanan) didampingi Ketum BPU LAMR, Harris Kampay (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Syahrir kembali membantah keterangan Sudarso yang menyebut dirinya menerima uang Rp1,2 miliar. Kendati begitu, Kepala Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau itu belum berniat melaporkan  PT Adimulia Agrolestari itu ke penegak hukum.

Sudarso merupakan terdakwa suap terkait perpanjangan izin hak guna usaha PT AA di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Sudarso berurusan dengan hukum setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam suatu operasi tangkap tangan (OTT) sebagai penyuap Bupati Kuansing non aktif Andi Putra. Untuk nama yang disebutkan terakhir, juga berstatus tersangka dan berkasnya masih dilengkapi penyidik KPK.

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (3/2) kemarin, Syahrir menjadi salah seorang saksi untuk terdakwa Sudarso. Saat itu, terdakwa menyebut dirinya pernah memberikan sejumlah uang kepada Syahrir. Adapun jumlahnya sebesar Rp1,2 miliar.

Baca Juga: Aprindo Sebut Kelangkaan Minyak Goreng Disebabkan Pasokan dari Produsen dan Distributor Belum Optimal

Dalam persidangan itu, Syahrir membantah keterangan terdakwa. Hal yang sama kembali ditegaskan Syahrir saat dikonfirmasi melalui Penasehat Hukumnya, Yopi Pebri.

"Terkait yang disampaikan terdakwa (Sudarso) di persidangan, itu tidak benar," ujar Yopi Pebri, Minggu (13/2).

Yopi menyatakan kliennya sempat drop karena tuduhan tak berdasar ini. Namun kini Syahrir sudah bangkit lagi setelah mendapat dukungan berbagai pihak bahwa pengakuan Sudarso itu tidak benar.

"(Salah satumya) Mendapat dukungan dari Lembaga Adat Melayu Riau," jelas Yopi yang didampingi Ketua Badan Pengembangan Usaha (BPU) LAMR, Harris Kampay.

Yopi menjelaskan, kliennya pernah dua kali diminta keterangan oleh KPK sewaktu status perkara Sudarso masih di tingkat penyidikan. Saat pemeriksaan itu tidak ada pertanyaan dari penyidik terkait uang.

"Itu tidak ada dalam BAP (berita acara pemeriksaan,red)," kata Yopi.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Pekanbaru Masuk Penilaian Adipura 2022

Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:01 WIB
X