Lakukan Aksi Bejat Selama Dua Tahun, Taupik Sanjaya Tega Perkosa Anak Tirinya 3 Kali Sehari

- Jumat, 11 Februari 2022 | 14:38 WIB
Tersangka Taufik Sanjaya (30), warga Desa Koto Sentajo  (Yendri/HRC)
Tersangka Taufik Sanjaya (30), warga Desa Koto Sentajo (Yendri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Kisah memilukan kembali terulang di Kabupaten Kuantan Singingi, tepatnya di Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya (Sentra) Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Kisah memilukan kali ini dialami oleh seorang remaja yang merupakan anak tiri dari pelaku Taupik Sanjaya (30), mirisnya, aksi bejat pelaku Taupik Sanjaya sudah berlangsung selama dua tahun lamanya, bahkan tragisnya lagi, pelaku sering meminta kepada korban untuk melayani nafsu birahi nya hingga tiga kali sehari.

Lebih nahas nya lagi, pelaku melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut tidak kenal waktu dan tempat, bahkan pelaku pernah melakukan perbuatan bejatnya itu persis berada di samping sang ibu saat ibu korban tengah tertidur lelap.

Hal itu di jelaskan Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Rendra Oktha Dinata melalui kasat reskrim AKP Boy Marudut Tua kepada Haluanriau.co Jum,at (11/02/2022) di Teluk Kuantan.

Baca Juga: Tangkap Pelaku Pembacok ABG yang Dituduh Maling saat Cari Kucing, Kombes Endra Zulpan: Positif Sabu dan Mabuk

Dijelaskan Boy Marudut Tua, kejadian itu terungkap saat korban melaporkan kepada ibunya karena korban tidak tahan lagi menjadi pelampiasan budak nafsu bapak sambung nya tersebut, iba akan kejadian yang menimpah anak perempuan nya itu atas perlakuan suaminya tersebut, sang ibu melaporkan kepada mantan suaminya (ayah kandung korban).

"Geram akan apa yang dialami anak gadis nya tersebut, ayah kandung korban langsung melaporkan permasalahan ini ke Mapolres Kuantan Singingi," jelas AKP Boy.

Mendapat laporan itu, AKP Boy langsung memerintahkan beberapa anggota Unit PPA yang dipimpin langsung oleh Kanit Ipda Bambang Saputra untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Usai melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, pada 24 Januari 2022 yang lalu pelaku yang bernama Taupik langsung ditangkap oleh Tim PPK dan langsung dijembloskan ke Sel Mapolres Kuansing untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku Taupik terancam pasal 81 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak No 35 tahun 2014 dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Kini pelaku sedang menjalani serangkaian proses pemeriksaan dan meringkuk di jeruji besi Mapolres Kuansing.

''Korban itu masih di bawah umur, jadi pelaku dilapis dengan undang-undang perlindungan anak,'' jelas AKP Boy.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X