Kapolres Meranti Cek Vaksinasi Anak di SDN 02 Tebingtinggi

- Senin, 7 Februari 2022 | 12:46 WIB
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG melakukan pengecekan vaksinasi anak terhadap anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 02 Tebingtinggi (Istimewa)
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG melakukan pengecekan vaksinasi anak terhadap anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 02 Tebingtinggi (Istimewa)


HALUANRIAU.CO, MERANTI - Bertempat di SD Negeri 02 Tebingtinggi, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH, pada Senin (7/2/2022) pagi, melakukan pengecekan vaksinasi anak terhadap anak usia 6-11 tahun.

"Kita ingin memastikan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 di Kepulauan Meranti ini berjalan lancar. Sebab, kita harus mengejar target capaian yang sudah ditentukan," ungkapnya, usai pengecekan.

Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kepulauan Meranti itu membeberkan, bahwa saat ini total anak usia 6-11 tahun yang sudah vaksinasi dosis pertama sebanyak 10.858 atau 54,97 persen dari jumlah target sebanyak 19.753.

"Jadi, ada sisa target kita sebanyak 8.895 anak yang belum di vaksin. Ini terus di kejar oleh tim vaksinator, baik dari Puskesmas yang ada maupun dari Polres," bebernya.

Baca Juga: Selain Ringkus Pelaku Pembakar Rumah, Polres Inhu Juga Amankan DPO Rutan

Lanjutnya, untuk target vaksinasi keseluruhan atau umum dari jumlah 160.392 orang, capaian dosis pertama sebanyak 129.038 orang. Artinya, saat ini masih tersisa sebanyak 31.354 orang yang belum di vaksin dosis pertama tersebut.

Sedangkan untuk kalangan lanjut usia (lansia) sasarannya berjumlah 15.622 orang. Dengan capaian dosis pertama sebanyak 9.437 orang. Masih tersisa sebanyak 6.185 orang yang perlu di gesa oleh tim vaksinator.

Untuk diketahui, saat pengecekan tersebut Kapolres ikut didampingi Kasi Dokkes Polres Iptu Mulyadi dan personil lainnya.

Sementara itu, pelaksana kegiatan vaksinasi anak di SD Negeri 02 Tebingtinggi oleh tim vaksinator dari Polres Kepulauan Meranti.

Baca Juga: Viral! Seorang Pria Tak Lulus CPNS karena Ukuran Payudaranya Dinilai Besar, Berikut Penjelasan BKN

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X