Plt Bupati Kuantan Singingi Sebut Pelantikan Dedi Sambudi sebagai Sekda Sudah Sesuai Prosedur

- Selasa, 25 Januari 2022 | 10:46 WIB
Prosesi Pelantikan Sekda Kuantan Singingi usai pengbilan sumpah jabatan (Yendri/HRC)
Prosesi Pelantikan Sekda Kuantan Singingi usai pengbilan sumpah jabatan (Yendri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby mengatakan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) sudah tepat dan benar sesuai dengan prosedur yang ada.

Karena, menurut Suhardiman, Dedi Sambudi sudah melewati proses assesment dengan baik dan benar, karena tim assesment itu di pimpin oleh tenaga Akademik yang profesional.

Hal itu dikatakan oleh Suhardiman Amby Saat diwawancara Haluanriau.co usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kuantan Singingi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuantan Singingi Senin (24/01/2022) malam.

"Tim Assesment sudah sesuai prosedur dengan baik dan benar, karena tim Assesment itu di pimpin oleh tenaga Akademik yang profesional dan beliau mendapat nilai tertinggi," terang Suhardiman.

Baca Juga: Sempat Tertinggal 2 Gol, Indonesia Harus Terima Kalah dari Thailand 4 Gol Tampa Balas

Bukan hanya itu, diantara calon yang lain hanya Dedi Sambudi yang memiliki Pengalaman Kepemimpinan (PIM-2), selain itu Suhardiman berharap, bisa menyelesaikan persoalan persoalan yang berkepanjangan.

"Hampir 20 tahun persoalan hukum tak putus-putus di Kabupaten Kuantan Singingi, sehingga Sekdanya tidak bisa bekerja, kita ingin orang orang yang terputus mata rantai atas kasus itu, kita ingin selesai, beliau tidak ada urusan apapun dengan Kuansing (kasus.red), dia bersih dan tidak ada rekam jejak yang jelek," Kata Suhardiman.

Tentu akan hal itu, jelas Suhardiman Amby, kita bekerja hanya dua tahun dan hendaknya beliau bisa mengikuti kita bekerja, karena dirinya perlu orang orang yang cepat, sesi yang tinggi, kompetensinya bagus, loyal dan bisa memenuhi kebutuhan Kuantan Singingi ke depan.

Sementara itu, terkait animo masyarakat yang menilai dirinya (Suhardiman Amby) seolah negeri ini tak bertuan (tak berpenghuni) sehingga memilih Sekda yang bukan orang Kuantan Singingi, Suhardiman menjelaskan, "Soal ini mungkin kita berbeda pandangan dan pendapat bukan hanya Kuantan Singingi, Inhu Sekda-nya orang Kuansing, Kampar orang Bengkalis, Rohul orang Kampar, Siak orang Pelalawan, itu sudah persoalan biasa," jelasnya.

Kendati demikian, Suhardiman menambahkan sebagai anak bangsa seharusnya kita menghindarkan sukuisme yang fanatik lokal, ketengahkan profesional, serta kecerdasan intelektual.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X