Dua Kontraktor Proyek IPAL Pekanbaru Didenda, Kadis PUPR: Harus Rampung Akhir Bulan Ini

- Kamis, 20 Januari 2022 | 17:03 WIB
Kerusakan jalan akibat pengerjaan IPAL di Pekanbaru (Istimewa)
Kerusakan jalan akibat pengerjaan IPAL di Pekanbaru (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Dua kontraktor yang mengerjakan proyek pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), PT Wijaya Karya (WiKA) dan PT Hutama Karya (HK), telah dikenai denda akibat keterlambatan pekerjaan.

Keterlambatan pekerjaan ini akibat proyek IPAL ini berbenturan dengan pipa PDAM di Kecamatan Sukajadi.

Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, pembangunan IPAL harus selesai sampai akhir Januari 2022 ini.

Dua kontraktor, PT WiKA dan PT HK sudah dipanggil dalam rapat Local Project Management Unit (LPMU).

Baca Juga: Pemerkosa 13 Santriwati, Herry Wirawan Meminta Jaksa Untuk Kurangi Hukumannya dan Mengaku Menyesal

"Kami sudah undang, kami tegur, dan kami minta mengirimkan langkah-langkahnya. Mereka menyampaikan akan selesai sekitar akhir Januari ini," kata Indra, Kamis (20/1).

Tapi jika masih terjadi penurunan lubang saluran, jalan yang dibangun IPAL tak bisa mereka aspal. Jadi, banyak faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek IPAL di Kecamatan Sukajadi.

"Titik krusial seperti Jalan Mangga dan Jalan Rajawali memang agak lambat penanganannya. Karena ada pipa PDAM berdiameter 60 sentimeter yang kalau bergoyang sedikit, maka akan pecah," sebut Indra Pomi.

Pipa PDAM itu dipasang sejak tahun 1973. Sehingga, kontraktor perlu melakukan penguatan dan pergantian pipa. "Kendalanya, mereka tak bisa memprediksi masalah yang muncul di lapangan. Itulah yang menyebabkan adanya addendum (perubahan kontrak kerja)," jelas Indra Pomi.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: pekanbaru.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas Perkara Annas Maamun Telah di Pengadilan

Kamis, 12 Mei 2022 | 15:45 WIB
X