Dinas Kopdagrin Kuansing Jelaskan Mengapa Harga Minyak Berbeda Antara Ritel dan Tradisional, Berikut Ungkapnya

- Kamis, 20 Januari 2022 | 15:47 WIB
Saat Dinas Kopdagrin melakukan peninjauan stok dan harga minyak goreng di Kuantan Singingi (Yendri/HRC)
Saat Dinas Kopdagrin melakukan peninjauan stok dan harga minyak goreng di Kuantan Singingi (Yendri/HRC)

HALUANRIAU.CO, KUANTAN SINGINGI - Sesuai dengan pengumuman pemerintah tentang harga minyak goreng dengan berbagai merk terhitung semenjak tanggal 19 Januari 2021 di jual dengan harga Rp14.000 per-liter dan harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia.

Sementara itu, untuk Kabupaten Kuantan Singingi terhitung pada 19 Januari 2022 juga di berlakukan seharga Rp14.000 per-liter dan ini sudah ditemukan dan didapat oleh masyarakat di ritel-ritel seperti Indomaret dan Alfamart dan harga tersebut berlaku pada semua merk minyak goreng.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuantan Singingi, Azhar, kepada Haluanriau.co Kamis (20/01/2021) siang.

"Hal itu sudah berlaku di seluruh pasar yang ada di Indonesia dan diberlakukan semenjak tanggal 19 kemarin," terang Azhar.

Baca Juga: Selama Tahun 2021 BNN Amankan 115,1 Ton Ganja dan 3,3 Ton Sabu

Dijelaskan Azhar, hal ini sering menjadi pertanyaan dari masyarakat mengapa di warung warung masih ada ditemukan harga mulai dari Rp19.000 hingga Rp22.000 per-liternya. Hal itu disebabkan pedagang pedagang kita di pasar-pasar tradisional maupun di kedai-kedai, belum mendapatkan subsidi untuk harga minyak tersebut.

Sehingga, ungkap Azhar, mereka masih menjual sesuai dengan modal yang mereka keluarkan.

"Kenapa ritel-ritel yang ada menjual dengan harga Rp14.000, karena mereka memasukan minyak goreng tersebut melalui distributor, sehingga melalui distributor pemerintah memberikan subsidi kepada mereka," jelas Azhar.

"Kendati demikian, meskipun masih ada di beberapa minimarket yang ada di Kota Teluk Kuantan masih menjual dengan harga kisaran 20 ribu, karena sesuai dengan modal mereka," ujar Azhar.

Dikatakan Kadis Kopdagrin, sampai saat ini merekapun belum mendapatkan subsidi Pemerintah untuk meletakkan harga minyak goreng di Rp14.000 per-liternya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X