Gajah Masuk Pemukiman Warga, Kapolsek: Kita dan BBKSDA Lakukan Evakuasi

- Senin, 17 Januari 2022 | 22:39 WIB
Jajaran Polsek Batang Cenaku dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, tengah menyusuri hutan guna mengevakuasi satwa dilindungi tersebut. (Eka/HRC)
Jajaran Polsek Batang Cenaku dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, tengah menyusuri hutan guna mengevakuasi satwa dilindungi tersebut. (Eka/HRC)

HALUANRIAU.CO, INHU - Pasca dua ekor Gajah Liar (Elephas maximus sumatranus) masuk ke lahan perkebunan warga, dan nyaris terjadi konflik, jajaran Polsek Batang Cenaku dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, tengah menyusuri hutan guna mengevakuasi satwa dilindungi tersebut.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, sejak Selasa (11/1) dua gajah dewasa itu diduga kuat masuk ke pemukiman penduduk lantaran terpisah dari kawanannya dan merusak lahan pertanian warga di Desa Sipang-Lahai Kemuning dan Desa Alim Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

"Saat ini kita (jajaran Polsek Batang Cenaku) bersama Tim BBKSDA Riau tengah menyusuri hutan guna pencarian dua gajah dewasa tersebut untuk melakukan proses evakuasi agar satwa di lindungi itu kembali ke habitatnya," ujar Kapolsek Batang Cenaku, Ipda Asep Saifurrohman kepada Haluanriau.co, Senin (17/1).

Kapolsek menjelaskan, dari hasil pantauan, dua ekor gajah tersebut memang terus berpindah dan masuk menyusuri hutan dan lahan perkebunan yang ada. "Terakhir kita pantau gajah itu di Desa Alim. Namun, saat ini kawasan gajah itu kembali pindah di Desa Cenaku Kecil," ujar dia.

Baca Juga: Kunjungi PWI Riau, Kapolda: Saya Datang karena Wartawan adalah Pahlawan Saya

Lebih lanjut Alumnus Akpol 2018 itu, menghimbau agar warganya tidak melakukan tindakan yang justru dapat memancing amarah gajah tersebut dan menyebabkan konflik yang dapat melukai antara satu dan yang lainnya.

"Kita menghimbau warga tidak melakukan kontak dengan gajah liar tersebut, di khwatirkan jika konflik itu terjadi dapat merugikan warga kita sendiri begitu pula dengan satwa yang di lindungi itu, dan akan lebih disarankan untuk melaporkan kejadian gangguan tersebut kepada petugas terdekat," ujar Kapolsek.

Sebelumnya Kepala Desa Lahai Kemuning, Ahmad Rois, kepada Haluanriau.co mengatakan, dua ekor gajah dewasa itu masuk ke pemukiman warga sejak Selasa 11 Januari lalu dan nyaris menimbulkan konflik antar gajah dengan satwa yang di lindungi itu.

"Dari pantauan kita ada dua ekor gajah jantan yang masuk ke pemukiman warga dan merusak lahan pertanian warga yang ada," ujar Ahmad, Senin (17/1).

Belakangan lanjut Ahmad, kecemasan warganya terus berlanjut di karenakan gajah tadi terus mondar-mandir di perkebunan warga dan merusak lahan yang sudah ditamani pokok sawit serta batang pisang.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

511 Napi Dapat Remisi di Rengat

Rabu, 4 Mei 2022 | 19:04 WIB

Alfamart Siap Tampung Lulusan SMKN 1 Rengat

Kamis, 10 Maret 2022 | 14:40 WIB
X