Komisi A Perjuangkan Aspirasi Tenaga Honorer Kesehatan yang Minta Diangkat Menjadi PPPK

- Senin, 17 Januari 2022 | 18:20 WIB
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Rohil bidang pemerintahan dengan Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) (Jhoni/HRC)
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Rohil bidang pemerintahan dengan Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) (Jhoni/HRC)

HALUANRIAU.CO, BAGANSIAPIAPI - Komisi A DPRD Rohil bidang pemerintahan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Senin (17/1/2022), guna menampung aspirasi tenaga honorer kesehatan.

Dalam RDP tersebut turut diikuti puluhan perwakilan honorer dari tenaga kesehatan yang datang dari perwakilan seluruh Puskesmas se Kabupaten Rohil.

Ketua Komisi A DPRD Rohil, Raly A Harahap mengatakan bahwa sebagai bentuk respon terhadap apa yang tenaga honorer kesehatan ini sampaikan, Komisi A optimis dan semangat untuk memperjuangkan hak-hak mereka khususnya permohonan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan honorer Dinas Kesehatan, Rohil.

Raly mengaku yakin dan percaya upaya-upaya ini mempunyai peran dengan dengan alasan, seperti badan legislatif harus punya standarisasi untuk memperjuangkan ke Kemenkes dan Kemenpan.

Baca Juga: Efek #HarunaOut, Netizen Indonesia Tawarkan Haruna Soemitro Untuk Dinaturalisasi

Dia juga menyarankan, bahwa kabupaten harus membuat standar apakah honor-honor yang sudah punya pengabdian di atas 17 tahun diangkat menjadi ASN.

"Nanti kita akan berdialog dengan Dinkes untuk membuat satu regulasi standar untuk pengajuan agar bisa menyelamatkan honorer yang sudah bekerja di atas 10 tahun," kata Raly.

Karena menurutnya, memang bahwa yang ekstra bekerja ini adalah honorer dari pada ASN. "Ayo kita berangkat sama-sama ke sana, berjuang bersama-sama apa hasilnya nanti kita lihat bersama," ajak politisi Partai Nasdem ini.

Perwakilan honorer Sri dari Puskesmas Simpang Kanan menyampaikan, dirinya berharap dan bermohon jika bisa perjuangan ini tidak hanya P3K, namun honorer kesehatan bisa menjadi ASN. "Saya sudah bekerja 15 tahun. Soal gaji memang sangat tidak cukup. Kami honorer mengharapkan kenaikan gaji dan kesejahteraan tentunya," ujar Sri.

Sementara itu rekan seprofesinya Burhanuddin dari Puskemas Panipahan menyebutkan, bahwa tahun lalu ada penerimaan tenaga P3K guru, maka pihaknya juga ingin ada pengangkatan tenaga P3K dari kesehatan. Pasalnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan, apalagi pada masa pandemi ini.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rohil Kembali Raih Opini WTP Dari BPK RI

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:42 WIB

Sah, MTQ Riau Digelar 24-31 Juli di Bagansiapiapi

Minggu, 17 April 2022 | 11:53 WIB
X