Kembalikan Rp120 Juta, Kerugian Negara Dugaan Penggelapan dalam Jabatan di Diskes Meranti Pulih?

- Jumat, 14 Januari 2022 | 21:31 WIB
Misri Hasanto kembalikan duit negara  (Dodi/HRC)
Misri Hasanto kembalikan duit negara (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, MERANTI - Misri Hasanto menitipkan uang pengganti kerugian negara perkara yang menjeratnya sebesar Rp120.352.000. Sebelumnya mantan Kepala Dinas Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti itu telah mengembalikan uang Rp74.550.000 saat perkara masih dalam tahap penyidikan.

Adapun perkara dimaksud adalah dugaan korupsi penggelapan dalam jabatan dalam pemanfaatan alat rapid test antibody Covid-19 pada Diskes Meranti bantuan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru. Saat ini, perkara tersebut telah bergulir di pengadilan.

Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Meranti Waluyo saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Hamiko, pihak keluarga dari terdakwa mendatangi Kantor Kejari pada Jumat (14/1). Saat itu, pihak keluarga menitipkan uang pengganti kerugian negara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Hari ini, keluarga terdakwa datang dengan tujuan membayar sisa uang kerugian negara dalam perkara tersebut. Sisa yang belum dibayarkan oleh pihak terdakwa sebesar Rp20.352.000 lagi dari total hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Riau sebesar Rp194.661.532," kata Hamiko, Jumat sore.

Baca Juga: Kejari Pelalawan Terima Pembayaran Denda dan UP Total Rp644 Juta dari Terpidana Korupsi, Ini Kasusnya

Sebelumnya, kata Jaksa yang akrab disapa Miko itu, pihak keluarga telah menitipkan uang sebesar Rp74.550.000 saat perkara masih dalam tahap penyidikan. Uang tersebut telah diserahkan penyidik ke JPU dan dititipkan rekening Kejari Meranti.

"Pengembalian kerugian negara ini akan menjadi pertimbangan JPU dalam menyampaikan tuntutan pidana di persidangan nantinya," pungkas Miko.

Perkara itu sebelumnya ditangani penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau ini. Mantan Kadiskes Meranti nonaktif, Misri Hasanto ditetapkan sebagai pesakitan kasus dugaan korupsi berupa penyimpangan bantuan alat rapid test Covid-19.

Dalam hal ini polisi menemukan fakta bahwa tersangka menyelewengkan bantuan 3 ribu alat rapid test Covid-19 yang diberikan Kementerian Kesehatan RI lewat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kepada Diskes Meranti. Terdakwa diketahui tidak mendistribusikan alat rapid test itu sebagaimana yang diharapkan dalam penanganan Covid-19.

Yang bersangkutan malah mengkomersilkan alat rapid test dengan menarik dana dari masyarakat rata-rata Rp150 ribu, bahkan lebih untuk satu alat rapid test. Ada pula yang dibuat dengan skema kerja sama dengan pihak lain.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksinasi Gembira Polres Meranti Diserbu Warga

Rabu, 22 Desember 2021 | 18:26 WIB
X