Kejari Pelalawan Terima Pembayaran Denda dan UP Total Rp644 Juta dari Terpidana Korupsi, Ini Kasusnya

- Jumat, 14 Januari 2022 | 19:33 WIB
Kejari Pelalawan terima pembayaran denda dan UP dari keluarga terpidana korupsi Nadia Ayu Puspita (Dodi/HRC)
Kejari Pelalawan terima pembayaran denda dan UP dari keluarga terpidana korupsi Nadia Ayu Puspita (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PELALAWAN - Kejaksaan Negeri Pelalawan menerima pengembalian uang sebesar Rp644.010.000 dari terpidana Nadia Ayu Puspita, Jumat (14/1). Uang tersebut merupakan pengembalian uang pengganti kerugian keuangan negara dan denda yang ditimbulkan dalam perkara tersebut.

Nadia adalah pesakitan dalam perkara rasuah pembobolan rekening nasabah di BPR Dana Amanah di Kabupaten Pelalawan. Saat itu, dia bertugas selalu Teller di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Negeri Seiya Sekata tersebut.

Perkaranya telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. Putusan tersebut tertuang dalam Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru Nomor: 3/Pid.Sus-TPK/2019/PT.Pbr tanggal 20 Mei 2019. Putusan itu menguatkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Nomor: 53/Pid.Sus.TPK/2018/PN.Pbr tanggal 4 Maret 2019.

Dalam putusannya, hakim menjatuhkan vonis berupa pidana penjara kepada Nadia Ayu Puspita selama 5,5 tahun, dan denda sebesar Rp200 juta subsidair selama 3 bulan kurungan. Selain itu, dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp444 juta subsidair 1 tahun penjara.

Baca Juga: Berlangsung 5 Detik, BPBD Pandeglang Laporkan Gempa Mangintudo 6,7 Rusaki Rumah Warga

Terkait denda dan uang pengganti kerugian keuangan negara itu, dibayarkan oleh terpidana melalui keluarganya.

"Benar. Terpidana (Nadia Ayu Puspita,red) telah menyetorkan denda dan uang pengganti kerugian keuangan negara dalam perkara itu sebesar Rp644.010.000," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pelalawan, Silpia Rosalina melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Fusthathul Amul Huzni, Jumat sore.

Uang ratusan juta rupiah itu, kata FA Huzni, kemudian disetorkan ke Kas Negara dan Kas Bank BPR Dana Amanah. Penyetoran itu disaksikan para pihak keluarga terpidana.

"Seksi Tindak Pidana Khusus bersama dengan Bendahara Penerima dan didampingi oleh pihak keluarga terpidana telah melakukan penyetoran ke Kas Negara dan Bank BPR Dana Amanah dengan total Rp644.010.000," lanjut FA Huzni.

Dengan telah disetorkannya uang tersebut, lanjut dia, terpidana tak perlu lagi menjalani pidana kurungan terkait subsidair pidana denda dan uang pengganti dalam perkara tersebut.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X