Diduga Duduki Lahan 'Resto Kampung Kecil' secara Tidak Sah, LBH PEKAT IB Dipolisikan

- Selasa, 11 Januari 2022 | 14:39 WIB
Nuriman selaku Kuasa Hukum pemilik tanah ' Resto Kampung Kecil' (Dodi/HRC)
Nuriman selaku Kuasa Hukum pemilik tanah ' Resto Kampung Kecil' (Dodi/HRC)

Dalam hal ini sebut dia, dugaan tindak pidana yang dilaporkan berdasarkan Pasal 78 KUHPidana sudah kedaluarsa. Menurut Nuriman, petugas SPKT harus teliti kapan terjadinya tindak pidana yang dilaporkan. Hal ini menentukan bisa atau tidaknya laporan diterima.

Sebagai pengacara yang sudah berpraktek semenjak tahun 1992, Nuriman mengaku sangat miris melihat sikap LBH PEKAT RIAU yang langsung mengerahkan masa menguasai tanah terperkara dengan berbekal putusan Mahkamah Agung Tahun 1974. Hari Jumat (24/12/2021) tahun lalu, LBH PEKAT IB memberi somasi pertama kepada klien saya agar mengosongkan tanah Resto Kampung Kecil. Lalu hari Minggu (26/12/2021), memberi somasi kedua, dan terakhir hari Rabu (29/12/2021) mengerahkan massa menguasai tanah, karena dianggap kliennya tidak beriktikad baik.

"Dalam putusan tersebut baik klien kami ataupun orang yang menjual tanahnya kepada klien kami bukan pihak yang berperkara. Kalaupun memiliki putusan, silakan ajukan eksekusi, bukan menguasai tanah terperkara. Di sini saya meminta dukungan para penegak hukum, khususnya para organisasi advokat, bahwa perbuatan tersebut merusak citra advokat, tidak dibenarkan secara hukum dan secara kode etik profesi advokat. Kami dengan sangat menyesal terpaksa melaporkan advokat LBH PEKAT untuk dicabut izin praktiknya, karena perbuatannya tidak mencerminkan tindakan seorang yang berprofesi advokat dan melanggar sumpah jabatan advokat," sambungnya lagi.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap kepada institusi kepolisian, dalam hal ini Polresta Pekanbaru, harus bertindak mengusut tuntas laporan yang telah dibuatnya. Dia menilai, tindakan LBH Pekat IB menduduki lahan itu merupakan main hakim sendiri.

"Bahwa tindakan main hakim sendiri, menguasai tanah terperkara harus segera diambil tindakan tegas. Karena tidak sesuai dengan prosedur hukum dan cenderung sebagai tindakan premanisme mafia tanah," pintanya.

Terpisah, Jhon Simber SH MH selaku Kuasa Hukum LBH PEKAT IB membantah jika pihaknya main hakim sendiri dengan menduduki lahan di Resto Kampung Kecil tersebut. Menurutnya, pihaknya menduduki lahan itu atas permintaan ahli waris pemilik tanah yang sah yakni Miskad Laduni.

"Kami LBH PEKAT IB diminta oleh ahli waris yakni Miskad Laduni selaku cucu Mohammad Daud untuk membantu dan mendampingi proses hukum sengketa lahan miliknya. Lahan itu adalah sah milik ahli waris Daud," ungkapnya.

Terkait adanya laporan pihak Nuriman ke Polresta Pekanbaru, John mengaku siap menghadapinya. Apalagi, dalam hal ini pihaknya juga telah membuat laporan balik ke Polda Riau.

Kendati demikian, pihaknya masih berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan tanpa harus melalui proses hukum."Kami welcome kok untuk dilakukan mediasi perdamaian," pungkas Jhon.

Baca Juga: Mulai Rabu, Indonesia Pertimbangkan Cabut Larangan Ekspor Batu Bara Secara Bertahap

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Desak Pemprov Riau Bangun Sekolah Baru

Selasa, 5 Juli 2022 | 16:28 WIB
X