Kejari Pelalawan Terbaik 2 dan Bidang Pidum Terbaik 1 Se-Riau, Kajari Harap Seluruh Pegawai Tingkatkan Kinerja

- Selasa, 28 Desember 2021 | 21:10 WIB
Wakajati Riau Hutama Wisnu menyerahkan piagam penghargaan kepada Kejari Pelalawan secara virtual (Istimewa/Dodi)
Wakajati Riau Hutama Wisnu menyerahkan piagam penghargaan kepada Kejari Pelalawan secara virtual (Istimewa/Dodi)

Baca Juga: Pimpin Apel Terakhir, Irjen Pol Agung: Saya Doakan Polda Riau Makin Jaya

Untuk Bidang Intelijen, kata FA Huzni, telah memenuhi target yang ditentukan. Yakni, terdiri dari 1 kegiatan penyelidikan, 1 kegiatan pengawasan aliran kepercayaan masyarakat, 1 kegiatan penerangan hukum, 4 kegiatan penyuluhan hukum atau Jaksa Masuk Sekolah (JMS), dan 2 kegiatan Jaksa Menyapa melalui RRI Pekanbaru.

Untuk Bidang Pidum telah, lanjut dia, telah menyelesaikan penanganan perkara pada tahapan pra penuntutan sebanyak 339 perkara dari target 200 perkara, tahapan penuntutan 367 perkara dari target 200 perkara, dan tahap eksekusi 400 perkara dari target 200 perkara.

"14 perkara dalam tahapan Banding, 12 perkara dalam tahapan Kasasi dan 6 perkara Peninjauan Kembali/PK," lanjut dia.

"Selain itu, Bidang Pidum telah melakukan penuntutan 1 orang terdakwa dengan tuntutan pidana mati dalam perkara narkotika serta telah melakukan penyelesian perkara melalui Restoratif Justice/RJ sebanyak 1 perkara," sambung FA Huzni.

Baca Juga: Newcastle United Siap Menampung Umtiti Demi Bantu Sehatkan Keuangan Barcelona

Dilanjutkannya, Bidang Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan 3 kegiatan penyelidikan dari dari target 1 kegiatan. Penyidikan 3 kegiatan dari target 1 kegiatan, penuntutan 4 kegiatan dari penyidikan Kejaksaan, dan 2 kegiatan dari penyidikan Polri, serta telah melakukan eksekusi  7 terpidana Tindak Pidana Korupsi dan TPPU.

"Bahwa Bidang Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara,red), pada tahun 2021 telah melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp142,871,409," terang Kasi Intel.

Sedangkan Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R), telah memusnahkan barang bukti (BB) sebanyak 186 perkara, mengembalikan 135 BB kepada pemiliknya, dan uang tunai sebesar Rp. 35.810.000.

"Penyetoran uangan ke Kas Negara sebesar Rp27.078.000, dan lelangan barang rampasan negara dilaksanakan 1 kali dalam tahun 2021 melalui KPKNL Pekanbaru dengan total nilai penjualan lelang sejumlah Rp290,933,092," pungkas FA Huzni.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X