Kejari Pekanbaru Musnahkan Barang Bukti 570 Perkara, Ini Rinciannya

- Kamis, 23 Desember 2021 | 14:52 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Teguh Wibowo memimpin pelaksanaan pemusnahan barang bukti (Dodi/HRC)
Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Teguh Wibowo memimpin pelaksanaan pemusnahan barang bukti (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kejaksaan Negeri Pekanbaru memusnahkan barang bukti dari penanganan 570 perkara pidana umum. Umumnya yang dimusnahkan itu adalah barang bukti perkara narkotika.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo dan disaksikan oleh seluruh Kepala Seksi (kasi), Kasubbag Pembinaan dan sejumlah pegawai. Turut hadir perwakilan sejumlah instansi, di antaranya dari Polresta, Pengadilan Negeri, Rutan Klas I, BBPOM dan BNNK Pekanbaru.

"Yang dimusnahkan ini adalah barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah," ujar Kajari Pekanbaru, Teguh Wibowo melalui Kepala Seksi (Kasi), Intelijen Lasargi Marel, Kamis (23/12).

Lanjut Marel, pemusnahan barang bukti ini sejalan dengan adanya Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru Nomor: Print-217/L.4.10/Euh.3/12/2021 tentang Pemusnahan Barang Bukti yang Telah Memperoleh Kekuatan Hukum Tetap. Adapun tujuannya agar barang bukti tidak hilang maupun dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Anime Musim Dingin Januari 2022 Segera Rilis, Shingeki no Kyojin, Demon Slayer, dan Lainnya: Berikut Jadwalnya

"Terkait hal itu, berdasarkan Pasal 30 ayat (1) huruf (b) Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, dijelaskan bahwa tugas dan wewenang Kejaksaan yaitu melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap," jelas Marel.

Dia kemudian menyampaikan barang bukti yang dimusnahkan tersebut. Untuk perkara narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sebanyak 385 perkara, dengan rinciannya sabu-sabu seberat: 37,06 gram, ganja 38,53 kilogram, dan pil ekstas 178 butir.

Lalu, perkara perjudian sebanyak 32 perkara, berupa Kartu Remi, Domino dan Kertas Togel. Sementara perkara perlindungan konsumen dan kesehatan sebanyak 5 perkara, berupa kosmetik dan obat-obatan.

Untuk perkara oharda sebanyak 138 perkara, berupa parang, obeng, baju, dan lain-lain. Terakhir, perkara kamnegtibum 10 perkara.

"Dengan total keseluruhan 570 perkara barang bukti pidana umum yang dimusnahkan," imbuh Marel.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Pekanbaru 2023 Disepakati di Angka Rp3.319 Juta

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:55 WIB

APBD Pekanbaru 2023 Sah 2,699 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 22:40 WIB
X