Seorang Warga Asal Nias Ditemukan Tewas Tergantung di Belakang Rumah

- Rabu, 22 Desember 2021 | 18:54 WIB
Jasad SZ (31) terbujur kaku setelah setelah gantung diri dengan seutas tali (Dolly/HRC)
Jasad SZ (31) terbujur kaku setelah setelah gantung diri dengan seutas tali (Dolly/HRC)

HALUANRIAU.CO, SIAK - Seorang pria di Perawang, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Riau, ditemukan keluarganya tewas tergantung di belakang rumahnya, Rabu (22/12) siang sekitar pukul 12:00 WIB.

"Pria malang yang berinisial 'SZ' (31) tersebut merupakan warga Pulau Nias, Sumatera Utara yang berdomisili di Jalan M. Ali, Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang," ujar Kapolsek Tualang, AKP Alvin Agung Wibawa melalui Panit II, Ipda Alan Arif Rahman kepada haluanriau.co saat dikonfirmasi melalui telefon seluler.

Ipda Alan menuturkan bahwa jasad 'SZ' pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sekitar pukul 12:00 WIB dimana saat ditemukan, jasad tengah terbujur kaku dengan posisi bergelantungan dengan seutas tali.

Informasi tersebut didapatkan tak lama setelah anggota Bhabinkamtibmas Perawang Barat, Aiptu Khairul bersama personil unit reskrim membawa jasad SZ ke Puskesmas Perawang untuk dilakukan visum.

Baca Juga: Tak Memiliki BPJS, Dua Karyawan PT DSI Tak Mampu Berobat ke RS dan Terancam Kehilangan Salah Satu Matanya

Menurut Alan, dari hasil penyelidikan di TKP dan sekujur tubuh korban, tidak ada kita temukan tanda-tanda kekerasan, artinya korban murni melakukan tindakan bunuh diri.

Kendati demikian, sambung Alan, pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukn Autopsi, mereka sudah iklas atas kejadian tersebut.

"Jasad korban SZ setelah dilakukan visum sudah kami serahkan kerumah duka untuk proses pemakaman," tutup Alan mengakhiri.

Terpisah, Ketua HIMNI Kabupaten Siak, Sokiaro Halawa mewakili keluarga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Tualang yang telah sigap dan tanggap dalam menangani kasus ini.

Menurutnya, korban SZ telah lama menglami gangguan jiwa yang diakibatkan oleh persoalan ekonomi.

“Korban mengalami gangguan jiwa akibat kondisi ekonomi," ungkap Sokiaro.

Korban tinggal bersama dengan orang tuanya di Perawang, namun dua tahun lalu dia pulang kampung ke Nias dan baru kembali ke Perawang tiga minggu yang lalu.

"Keluarga besar HIMNI Kabupaten Siak, dalam beberapa hari ini akan mempersiapkan proses pemakaman korban di perawang," pungkas Halawa.

Baca Juga: Vaksinasi Gembira Polres Meranti Diserbu Warga

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Santai PWI Siak Bertaburan Hadiah Menarik

Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:27 WIB
X