Protes Dua Tahun Akses Jalan Ditutup, Warga Tanam Pisang di Proyek IPAL

- Senin, 20 Desember 2021 | 11:17 WIB
Warga menanam pohon pisang di proyek IPAL yang menutup akses Jalan Rajawali, aksi ini sebagai bentuk protes atas tidak becusnya pengerjaan proyek (Akmal/HRC)
Warga menanam pohon pisang di proyek IPAL yang menutup akses Jalan Rajawali, aksi ini sebagai bentuk protes atas tidak becusnya pengerjaan proyek (Akmal/HRC)

HALUANRIAU. CO, PEKANBARU - Warga Kecamatan Sukajadi melakukan aksi protes atas tidak 'becusnya' pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) diwilayahnya.

Aksi protes itu ditunjukkan dengan penanaman pohon pisang dan pemasangan spanduk yang bertuliskan ungkapan rasa kekecewaan terhadap kontraktor.

Aksi itu berlangsung di Jalan Rajawali, lebih tepatnya di Simpang Kuburan. Memang dipersimpangan itu tampak lebih kurang 100 meter jalan tak bisa dilalui.

Akses dikedua sisi jalan Rajawali ditutup dengan seng, ditengahnya tanpa aspal hanya timbunan tanah saja. Drainse juga 'luluh lantak', air mengalir melewati teras kios warga setempat.

Baca Juga: Terlihat Berikan Isyarat Perpisahan Dengan Fans, Direktur Olahraga Dortmund: Tidak Benar Katanya

"Ini kami minta kepada pemilik proyek agar segera menyelesaikan jalan kami ini," kata Ade Putra selaku warga yang terdampak, Senin (20/12).

Warga meminta dalam waktu dekat, akses Jalan Rajawali ini sudah dapat dilalui, mengingat bahwa jalan ini merupakan akses utama warga setempat.

"Dalam satu minggu, pokonya jalan ini sudah bisa dilalui," tegasnya lagi.

Sementara itu, Suyatin mengeluh usahanya tidak berjalan semenjak adanya penutupan jalan. Sebab, jalan tersebut tidak dilalui orang banyak.

"Kami minta keadilan dari Bapak Walikota saja. Pengertian kepada masyarakat di Jalan Rajawali ini, memikirkan (kondisi) kami disini," papar Suyatin.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

X