Teguh Wibowo Serahkan Barang Rampasan Negara Kejari Pekanbaru Perkara Pencucian Uang BBM Ilegal di Batam

- Jumat, 17 Desember 2021 | 21:14 WIB
Kajari Pekanbaru Teguh Wibowo menandatangani berita acara penyerahan Barang Rampasan Negara Terpidana Niwen Khairiyah, dari Kejaksaan Agung ke Kejari Batam (Dodi/HRC)
Kajari Pekanbaru Teguh Wibowo menandatangani berita acara penyerahan Barang Rampasan Negara Terpidana Niwen Khairiyah, dari Kejaksaan Agung ke Kejari Batam (Dodi/HRC)

HALUANRIAU CO, BATAM - Barang Rampasan Negara atas nama Terpidana Niwen Khairiyah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Kegiatan serah terima yang dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) itu dilakukan oleh Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo.

"Barang Rampasan Negara yang diserahterimakan merupakan perkara terhadap Terpidana Niwen Khairiyah yang berasal dari penanganan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Pekanbaru," ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru itu, Jumat (17/12).

Baca Juga: Waspada Saat Traveling! 4 Cara Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

Diterangkan Marel, kegiatan tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung RI, Sartono. Sebagai penerima adalah Kejari Batam yang diwakilkan oleh Polin Octavianus Sitanggang selaku kajarinya. Selain Teguh Wibowo, kegiatan tersebut juga disaksikan sejumlah pihak lainnya.

"Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh Pak Suherlan (Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejagung RI,red) dan Pak Hari Setiyono (Kepala Kejati Kepri,red)," sebut mantan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan itu.

Lanjut Marel, serah terima Barang Milik Negara itu dilakukan berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor: KEP.X. 138/CMpa.8/06/2021. Keputusan itu sebut Marel terkait Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara yang berasal dari Barang Rampasan Negara Atas Nama Terpidana Niwen Khairiyah.

Ada aset yang diserahterimakan itu berupa 3 bidang tanah dengan total luas 469 meter persegi. Lalu, bangunan dengan luas 300 meter persegi. Adapun total nilai Barang Milik Negara yang berada di Kota Batam itu adalah Rp2.491.000.000.

Diketahui, sebelum terjerat kasus hukum, Niwen merupakan PNS di Kota Batam. Namanya mencuat setelah Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus rekening gendut PNS di Pemko Batam. Nama Niwen masuk dalam daftar pemilik rekening gendut.

Tak tanggung-tanggung, isi sebelas rekening Niwen di beberapa bank terdeteksi Rp1,3 triliun. Angka yang mencengangkan bagi PPATK mengingat Niwen baru PNS golongan IIIC dengan pendapatan (gaji dan tunjangan) sekitar Rp 10 juta perbulan.

Dari rekening Niwen itu juga terdeteksi nilai transaksi ke berbagai rekening lainnya yang angkanya fantastis. Mulai dari puluhan juta hingga ratusan miliar.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

X