Kunjungi Kampus UNRI, Inspektur Jendral Kemdikbud Ristekdikti Pastikan Syafri Harto Dinonaktifkan Seminggu Ini

- Rabu, 15 Desember 2021 | 01:38 WIB
Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Chatarina Muliana Girsang (Kiri Tengah) bersama Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi (Kanan Tengah) (Ikhsan/RMC)
Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Chatarina Muliana Girsang (Kiri Tengah) bersama Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi (Kanan Tengah) (Ikhsan/RMC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Inspektur Jendral Kemdikbud Ristekdikti RI, Chatarina Muliana Girsang kunjungi kampus Universitas Riau (UNRI) Selasa (14/12/2021).

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan proses dari penyelesaian kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Dosen Pembimbing sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Syafri Harto terhadap mahasiswi'L' kepada Rektor Aras Mulyadi.

"Kami ke sini untuk memastikan langkah-langkah yang diambil Pak Rektor Aras (terkait kasus pelecehan, red) menciptakan kondusifitas. Sekaligus memastikan penyelesaian kasus ini sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya kepada wartawan.

Chatarina juga menjelaskan bahwa pihaknya beserta dengan kampus UNRI sendiri telah berdiskusi untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menangani kasus ini.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Lapas Bangkinang Gelar Razia Gabungan di Blok Tahanan

"Sehingga langkah-langkah yang dilakukan UNRI tidak menimbulkan keributan yang tidak diinginkan. Kemudian, karena kasus ini muncul bertepatan dengan lahirnya Permendikbudristek No 30 Tahun 2021, jika penanganannya dilakukan sesuai aturan kan memerlukan waktu yang lama. Makanya, kita sudah diskusi untuk mengambil langkah-langkah diskresi agar penanganannya jadi lebih cepat," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengutarakan kepada para wartawan bahwa Rektor UNRI, Aras Mulyadi sudah dipersilahkan untuk membuat aturan yang tepat guna menggesa penanganan kasus ini yang dianggap publik terlalu berlarut-larut.

Untuk itu ungkapnya, Pihak UNRI bakal membuat tim satgas adhoc, sembari menunggu pembentukan satgas sesuai Permendikbutristek No 30 Tahun 2021.

"Adapun penonaktifan Dekan (Syafri Harto), itu bagian dari mekanisme pembentukan satgas adhoc. Insyaallah dapat dilakukan. Penonaktifkan ini dalam rangka pemeriksaan. Agar jangan sampai (tersangka, red) mengulangi perbuatannya, mempengaruhi saksi-saksi, mempengaruhi psikis korban, dan tentu saja memperlancar pemeriksaan," ungkap Chatarina.

"Oleh karena itu, pintu utama penonaktifan (Syafri Harto, red) adalah pembentukan satgas adhoc. Kami minta tidak lebih dari satu minggu. Besok ditandatangani, dan lusa satgasnya sudah bisa dibentuk," tambahnya dan dikonfirmasi Rektor Aras yang mendampinginya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: riaumandiri.co

Tags

Artikel Terkait

Terkini

M Sabarudi Dilantik Jadi Ketua DPRD Kota Pekanbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 16:45 WIB

Pansus LKPj Tanggapi Laporan Wali Kota Pekanbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:15 WIB

Upaya Tirta Siak Dalam Pipa di Jalan Melur Ujung

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:52 WIB
X